Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Barat

Ibu Hamil Ditandu 3 Kilometer di Pasaman Barat, Bayi Meninggal Dunia! KNPI Kecam Keras Pemkab dan Desak Bupati Bertindak Cepat

89
×

Ibu Hamil Ditandu 3 Kilometer di Pasaman Barat, Bayi Meninggal Dunia! KNPI Kecam Keras Pemkab dan Desak Bupati Bertindak Cepat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PASAMAN BARAT | Khabarterkini.co – Tragedi memilukan mengguncang Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Seorang ibu hamil bernama Irhamni (38), warga Jorong Rura Patontang, terpaksa ditandu sejauh sekitar 3 kilometer melewati jalan rusak saat hendak melahirkan. Nahas, bayi yang dikandungnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan, Kamis (14/5/2026).

Peristiwa ini memicu gelombang kecaman dari Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Pasaman Barat. Organisasi kepemudaan tersebut menilai tragedi itu sebagai bukti nyata kegagalan pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur dasar bagi masyarakat di pelosok.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Ketua DPD KNPI Pasaman Barat, Faisal Tanjung, menyebut kejadian tersebut bukan sekadar musibah biasa, melainkan tragedi kemanusiaan yang sangat memalukan di tengah berbagai klaim pembangunan yang selama ini digaungkan pemerintah.

“Kami sangat berduka sekaligus geram. Di tahun 2026 ini masih ada warga yang harus mempertaruhkan nyawa di atas tandu akibat jalan yang hancur. Ini tragedi kemanusiaan dan menjadi tamparan keras bagi Pasaman Barat,” tegas Faisal.

KNPI menilai buruknya akses jalan di Rura Patontang telah merampas hak dasar masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang cepat dan layak. Kematian bayi tersebut disebut sebagai akibat dari lambannya perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur di daerah terpencil.

Tak hanya mengkritik, KNPI juga mendesak Bupati Pasaman Barat untuk segera turun langsung ke lokasi dan mengambil langkah nyata, bukan sekadar memberikan bantuan santunan yang bersifat seremonial.

“Kami menantang Bupati melakukan aksi nyata dan heroik. Datang langsung melihat penderitaan masyarakat serta segera mengalokasikan anggaran darurat untuk memperbaiki jalan Rura Patontang tanpa alasan dan tanpa penundaan,” ujar Sekretaris DPD KNPI Pasaman Barat.

KNPI menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada tindakan konkret dari pemerintah daerah. Mereka bahkan memberi ultimatum agar persoalan jalan rusak di Rura Patontang segera dituntaskan dalam waktu 7×24 jam.

Selain itu, KNPI berencana melayangkan surat audiensi resmi kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat pada Senin mendatang guna membahas tragedi yang disebut sebagai “aib pembangunan daerah” tersebut.

Sebagai solusi, KNPI mendorong pemerintah segera melakukan penanganan darurat dengan mengerahkan alat berat untuk pengerasan jalan agar kendaraan medis dapat melintas. Mereka juga meminta penyediaan ambulans khusus medan berat untuk wilayah terpencil.

Dalam jangka menengah, KNPI mendesak adanya pergeseran anggaran pada APBD Perubahan 2026 guna mempercepat pembangunan akses jalan Rura Patontang dan menjadikannya prioritas utama pembangunan daerah.

Sementara untuk jangka panjang, KNPI meminta pemerintah memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat jika akses jalan tersebut terkendala kewenangan kawasan. Mereka juga mendorong pembangunan pos kesehatan desa lengkap dengan tenaga medis tetap di wilayah pelosok.

Menutup pernyataannya, KNPI menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan berharap tragedi serupa tidak lagi terjadi di Pasaman Barat.

“Jangan sampai ada korban berikutnya. Warga Rura Patontang berhak mendapatkan keadilan dan akses infrastruktur yang layak seperti masyarakat lainnya,” tutup KNPI.

(tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *