Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Barat

Digitalisasi Pendidikan Dipertanyakan, SDN 09 Nagari Air Bangis Terisolasi Sinyal di Tapal Batas Pasaman Barat

677
×

Digitalisasi Pendidikan Dipertanyakan, SDN 09 Nagari Air Bangis Terisolasi Sinyal di Tapal Batas Pasaman Barat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PASAMAN BARAT, SUMATERA BARAT | Khabarterkini.co – Gaung transformasi digital pendidikan yang terus digaungkan pemerintah pusat kembali dipertanyakan. Di tengah ambisi besar mewujudkan sistem pembelajaran berbasis teknologi, realitas berbeda justru terjadi di wilayah perbatasan. SDN 09 Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumbar, hingga kini masih terisolasi jaringan internet.

Kondisi tersebut menjadi ironi di saat kurikulum nasional menuntut penggunaan sistem daring dalam berbagai aspek administrasi dan pembelajaran. Mulai dari pengisian rapor digital hingga pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), seluruhnya membutuhkan akses internet yang stabil. Namun, bagi guru dan siswa di SDN 09 Nagari Air Bangis, jaringan internet masih menjadi barang mewah.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Kesenjangan digital pun kian nyata. Sekolah-sekolah di perkotaan melaju dengan fasilitas lengkap, sementara sekolah di pelosok harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan sinyal. Bahkan, guru disebut harus mencari titik jaringan hingga ke perbukitan demi mengunggah data administrasi sekolah.

Sorotan tajam datang dari Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasaman Barat, Hamid Yasin. Ia menilai kondisi ini sebagai bentuk kelalaian pemerintah dalam memastikan pemerataan infrastruktur pendidikan.

“Pemerintah jangan hanya pandai beretorika soal digitalisasi pendidikan di panggung pidato. Di lapangan, guru-guru harus bertaruh keselamatan demi mencari sinyal untuk mengunggah data,” tegas Hamid Yasin.

Menurutnya, besarnya alokasi anggaran pendidikan seharusnya sejalan dengan pembangunan infrastruktur dasar, termasuk jaringan internet di wilayah tertinggal dan perbatasan. Ia menilai kegagalan penyediaan akses internet merupakan pengabaian terhadap hak konstitusional anak bangsa untuk memperoleh pendidikan yang layak dan setara.

Hamid Yasin mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat agar segera membangun infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) yang mampu menjangkau SDN 09 Nagari Air Bangis secara stabil.

Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Pasaman Barat, Sofyandri, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala dinas serta pemerintah pusat untuk mengupayakan bantuan jaringan internet bagi SDN 09 Sungai Beremas.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan pemerintah pusat untuk mencari solusi terbaik agar kebutuhan jaringan internet di sekolah tersebut dapat segera terpenuhi,” ujarnya.

Persoalan ini kembali menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berbicara soal pembangunan gedung sekolah yang megah, tetapi juga tentang kesetaraan akses informasi. Tanpa infrastruktur digital yang memadai, cita-cita besar menuju Indonesia Emas berpotensi menjadi sekadar slogan bagi anak-anak di wilayah tepian negeri.

Kini publik menanti langkah konkret pemerintah. Apakah digitalisasi pendidikan benar-benar menyentuh seluruh pelosok negeri, atau hanya menjadi wacana yang tak pernah benar-benar hadir di tapal batas?

Penulis: Ahmad Rifai)
Editor: Rul Hrp*).
Topik: SDN 09 Sungai Beremas.sangat membutuhkan jaringan internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *