Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 300x600
Sumatera Barat

Kisah Ajaib Syifa, Bocah Kelas 2 SD Selamat dari Longsor Batang Tinggam, Kini Menanti Perhatian Pemerintah

417
×

Kisah Ajaib Syifa, Bocah Kelas 2 SD Selamat dari Longsor Batang Tinggam, Kini Menanti Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman Barat | Khabarterkini.co – Di balik duka mendalam akibat bencana tanah longsor yang melanda kawasan Batang Tinggam, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, terselip sebuah kisah mengharukan sekaligus penuh keajaiban. Seorang bocah perempuan berusia delapan tahun, Asyifa Nur Rahmadhani, berhasil selamat dari maut meski sempat tertimbun material longsor yang menerjang permukiman warga pada Jumat, 28 November lalu.

Asyifa, yang akrab disapa Syifa, merupakan siswi kelas 2 Sekolah Dasar. Saat bencana terjadi, Syifa tengah berada di dalam rumah bersama ibunya. Tanpa peringatan panjang, material tanah dan bebatuan dari lereng bukit meluncur deras, disertai gemuruh hebat yang meratakan sebagian bangunan di sekitarnya.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Dalam hitungan detik, rumah Syifa tertimbun longsor. Namun takdir berkata lain. Posisi Syifa dan sang ibu terlindungi oleh reruntuhan tanah yang membentuk rongga udara, sehingga keduanya masih dapat bernapas hingga akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga dan tim penyelamat.

“Saya dan anak saya sempat tertimbun tanah. Alhamdulillah, Allah masih menyelamatkan kami. Syifa anak yang kuat, tapi trauma ini sangat berat baginya,” ujar ibu Syifa dengan mata berkaca-kaca.

Duka keluarga ini terasa semakin mendalam. Beberapa bulan sebelum bencana, ayah Syifa telah lebih dulu meninggal dunia. Kini, Syifa kembali diuji dengan kehilangan rumah beserta seluruh perlengkapan sekolahnya yang ikut tertimbun longsor.

Saat ini, Syifa dan keluarganya terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah kerabat dengan fasilitas yang sangat terbatas. Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan mendalam dari masyarakat setempat, sekaligus harapan besar agar pemerintah segera turun tangan.

Warga Batang Tinggam berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, melalui dinas terkait seperti Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dapat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi Syifa. Beberapa kebutuhan mendesak yang diharapkan antara lain bantuan logistik khusus anak, seperti seragam sekolah, buku, dan alat tulis agar Syifa tetap dapat melanjutkan pendidikannya.

Selain itu, layanan pemulihan trauma (trauma healing) dinilai sangat penting mengingat Syifa masih anak-anak dan mengalami langsung peristiwa yang mengguncang psikologisnya. Kebutuhan lain yang tak kalah mendesak adalah relokasi atau perbaikan hunian melalui program bantuan rumah tidak layak huni atau bantuan pascabencana, serta jaminan layanan kesehatan yang mudah dan gratis bagi korban terdampak.

Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa kehadiran negara sangat dinantikan dalam situasi krusial ini. “Syifa adalah potret kecil dari ketangguhan warga kita. Namun, ketangguhan itu ada batasnya. Ia membutuhkan kehadiran negara untuk menjamin masa depannya,” ujarnya.

Kisah Syifa menjadi pengingat bahwa di balik angka dan data korban bencana, terdapat masa depan anak bangsa yang harus diselamatkan. Harapan kini tertuju pada langkah nyata pemerintah agar masa depan Syifa tidak ikut terkubur bersama material longsor.

(Pena Keumatan)
Editor: red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *