Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Barat

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 11–13 Desember 2025, Sejumlah Wilayah di Sumbar Berstatus Siaga

228
×

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 11–13 Desember 2025, Sejumlah Wilayah di Sumbar Berstatus Siaga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Padang | Khabarterkini.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Minangkabau Padang Pariaman resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sumatera Barat. Peringatan tersebut berlaku untuk periode 11 hingga 13 Desember 2025 dan dirilis pada 10 Desember 2025.

BMKG menyampaikan bahwa dinamika atmosfer menunjukkan perkembangan signifikan yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di berbagai wilayah Sumbar dalam tiga hari ke depan.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Pemicu Cuaca Ekstrem
Dalam rilis pers bernomor e.BM.02.04/5/SKKOG/XII/2025, BMKG memaparkan sejumlah faktor pemicu cuaca ekstrem, di antaranya:

Terpantau bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia barat daya Sumatera Barat.

Bibit siklon tersebut memicu terjadinya konvergensi atau pertemuan massa udara di wilayah Sumbar.

Terdapat anomali suhu muka laut bernilai positif yang meningkatkan suplai uap air dan kelembapan relatif di sepanjang pesisir barat.

Kondisi ini menjadi kombinasi ideal yang mendukung pertumbuhan awan hujan dengan intensitas tinggi.

Daftar Wilayah Berpotensi Terdampak
BMKG merinci sejumlah daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem:

Hujan Lebat hingga Sangat Lebat:

Kepulauan Mentawai

Pesisir Selatan

Hujan Sedang hingga Lebat:

Pasaman Barat

Pasaman

Agam

Tanah Datar

Padang Pariaman

Pariaman

Padang

Kabupaten Solok

Solok Selatan

Sijunjung

Dharmasraya

BMKG mengingatkan bahwa wilayah-wilayah tersebut memiliki potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Tingkat kerawanan dipengaruhi kondisi geografis dan lingkungan masing-masing daerah.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat
Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, masyarakat diminta untuk:

Meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipatif guna menjaga keselamatan selama beraktivitas.

Memperbarui informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG, website resmi BMKG, dan akun media sosial @bmkgminangkabau.

Mengandalkan informasi cuaca dari sumber resmi dan menghindari informasi tidak kredibel.

Rilis ini ditandatangani secara elektronik oleh Desindra Deddy Kumiawan selaku Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau.

(Pena Keumatan)
Editor: red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *