Pelalawan | Khabarterkini.co
Bencana banjir yang melanda Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Pelalawan, belum berakhir, namun masalah baru muncul dengan melonjaknya harga Gas elpiji 3Kg bersubsidi setinggi langit.
Kegelisahan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji 3Kg bersubsidi ini memuncak sudah kurang lebih tiga Minggu lamanya, lalu telusur demi telusur tim infestigasi media ini menemukan di salah satu warung jalan lintas timur Kemang, Pelalawan pada Senin, 15 Januari, pukul 17:00 WIB.
Dalam investigasi tersebut, tim media menemukan tabung gas elpiji 3Kg bersubsidi dijual disalah satu warung dengan harga mencapai Rp 60,000 per tabungnya, jauh di atas harga normal.
Namun; pemilik warung tampak tidak perduli dengan kondisi masyarakat yang terdampak banjir dan dengan sombong menjelaskan bahwa itu adalah harga yang berlaku. Cetusnya
Kondisi ini menuai kekecewaan warga, seperti RDH Sgr dari Desa Palas, yang menyayangkan mahalnya harga gas elpiji 3kg bersubsidi di tengah musibah banjir yang melanda Riau hususnya Pelalawan.
Hal senada yang datangnya dari Warga melaporkan ke tim Infestigasi awak media ini, bahwasanya harga elpiji 3kg bersubsidi pertabungnya saat ini bervariasi mulai dari harga Rp: 45,000; rupiah sampai dengan harga Rp: 60,000; rupiah.
Padahal terlihat jelas tulisan berwarna putih di tabung gas elpiji 3kg bersubsidi tersebut ;” Hanya Untuk Masyarakat Miskin”; tetapi masih saja di mainkan oleh oknum-oknum yang meraup ke untungan di atas penderitaan masyarakat. Jelasnya
Dalam situasi sulit ini, masyarakat berharap pemerintah setempat dan APH dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang mencari keuntungan di tengah penderitaan orang lain. Sementara Kabupaten Pelalawan dilanda banjir, harga gas elpiji 3kg subsidi yang melambung semakin menambah beban masyarakat. Tutupnya
Penulis: ( “*” Sugianto. )
Editor: red.















