Pelalawan | Khabarterkini.co
Menindaklanjuti demo pada tanggal 22 Agustus 2023 di depan Pos 1 Rapp April Group, pekerja yang terlibat dalam mega proyek APRIL Group di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, mengalami keterlambatan pembayaran gaji selama 3 bulan. Mereka diketahui bekerja di bawah kontraktor PT. GTU (Gearindo Tiga Utama) pada tanggal 04/10/2023.
Dalam aksi pertama, pihak manajemen Humas RAPP APRIL berkomitmen untuk menghubungi pimpinan GTU guna segera memenuhi kewajibannya terhadap pekerja yang masih menunggu hak gajinya dan hal-hal lainnya. Namun, pertemuan ini hanya dimediasi oleh pihak kepolisian.
Pada mediasi yang diselenggarakan oleh pihak kepolisian di Pelalawan, pimpinan PT. GTU belum mencapai kesepakatan terkait tuntutan gaji pekerja yang masih tertunggak. Meskipun verifikasi telah dilakukan dan terbukti bahwa PT. GTU belum melakukan pembayaran gaji, pihak Gearindo Tiga Utama tidak mau memenuhi tuntutan hak gaji yang sudah diverifikasi oleh Demak, selaku supervisor di perusahaan tersebut.
Koordinator aksi PTMP-Riau, Raihan Afrinal, sangat menyesalkan perlakuan tidak adil yang diterima oleh pekerja, yang telah bekerja berbulan-bulan tanpa menerima gaji. Mereka siap mendampingi para pekerja untuk memastikan mereka mendapatkan hak-haknya.
Dalam keterangannya, PTMP-RIAU telah mengajukan surat permohonan untuk melakukan demo di Polres Pelalawan pada hari Kamis tanggal 5 Oktober 2023 untuk menyuarakan aspirasinya di tiga lokasi, yaitu Pos 1 Rapp, Kantor Bupati, dan Kantor DPRD Pelalawan.
Adapun tuntutannya adalah sebagai berikut:
Menuntut PT. GTU membayar upah pekerja yang telah diverifikasi oleh supervisor Gearindo Tiga Utama.
Menuntut RAPP April Group untuk selalu bertanggung jawab sebagai pemberi kerja kepada PT. GTU.
Menuntut RAPP April Group untuk menghentikan proyek dan menahan invoice PT. GTU.
Menuntut RAPP April Group untuk mengevaluasi semua mitra kerja subkontraktor guna mencegah kasus serupa di masa mendatang.
Menuntut pihak kepolisian untuk menyelidiki dugaan perdagangan manusia yang dilakukan oleh PT. GTU karena tidak membayar upah selama berbulan-bulan.
Jumlah massa aksi yang terlibat sekitar 100 orang, ujar Riahan Afrinal dengan tegas.{*}.















