Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Barat

Banjir Bandang Lubuk Sikaping Lebih dari Seratus Rumah Terendam Pemerintah Pasaman Berupaya Selamatkan Warga

541
×

Banjir Bandang Lubuk Sikaping Lebih dari Seratus Rumah Terendam Pemerintah Pasaman Berupaya Selamatkan Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman | Khabarterkini.co

Lubuk Sikaping, Selasa, 17 Oktober 2023, Pemerintah Kabupaten Pasaman memaparkan bahwa lebih dari seratus rumah terendam banjir bandang akibat meluapnya aliran sungai peninggalan. Kejadian puncak terjadi kemarin, tanggal 16 Oktober 2023.

Terkait musibah yang menimpa Lubuk Sikaping, Sekretaris Daerah Pasaman, Mara Ondak, ketika diwawancarai oleh awak media, menyatakan bahwa data sementara menunjukkan sekitar 103 keluarga dan 237 jiwa terdampak banjir.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Pihak pemerintah dan para relawan berupaya melakukan langkah-langkah untuk memberikan bantuan kepada korban banjir bandang tersebut.

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasaman, di antaranya adalah evakuasi korban banjir ke tempat yang lebih aman dan mendirikan posko-posko pengungsian, dilanjutkan dengan pembersihan material akibat banjir.

Ketika diwawancarai oleh awak media ini, salah seorang warga, Warni (45 tahun), di Lubuk Sikaping pada Selasa (17/10) pagi, mengatakan, “Saya sebagai warga yang terdampak banjir untuk sementara waktu mengungsi ke tenda yang sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman dan para relawan yang jauh dari lokasi banjir.”

Lebih lanjut, masyarakat yang terdampak banjir tidak semuanya mengungsi ke tenda. Ada sebagian yang mengungsi ke rumah saudara atau keluarga yang jauh dari lokasi banjir, dan ada pula masyarakat yang bertahan di rumahnya,” terang warga.

Menurut Ibu Warni, banjir yang terjadi saat ini cukup parah, karena diperkirakan kayu besar menutupi saluran di bawah jalan, sehingga aliran air tidak lancar dan mengakibatkan luapan sampai ke badan jalan dan rumah-rumah masyarakat.

Terpantau oleh awak media, hingga Senin malam (16/10), petugas relawan dan Pemerintah Kabupaten Pasaman masih berusaha membuka sumbatan tersebut agar air dapat mengalir dengan lancar kembali.

Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten dan relawan untuk mengeluarkan sumbatan trotoar jalan dan aspal yang memicu terjadinya banjir bandang harus dilakukan dengan cara bor.

Dengan dikeluarkannya sumbatan tersebut, diharapkan banjir bandang pun akan segera berlalu, dan warga dapat beraktivitas kembali seperti semula dalam menjalankan kehidupan di masyarakat.

Penulis: {Tanjung}
Editor: {Salbiah Hrp}.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *