Pasaman Barat | khabarterkini.co
Perbedaan usia tidak menjadi penghalang dalam menjalani hubungan asmara. Bahkan, tak sedikit pula yang membangun asmara dan memutuskan untuk menikah meski terdapat perbedaan usia hingga belasan tahun.
Nah, hal inilah yang terjadi kepada seorang perempuan di Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, berinisial NY. Janda cerai mati berusia 43 tahun ini memutuskan menerima pinangan lelaki berondong berinisial A yang berusia 26 tahun atau 17 tahun lebih muda.
Pernikahan berondong sempat menghebohkan publik di Kecamatan Sungai Aur dan Kecamatan Gunung Tuleh. Pasalnya pemuda ini berasal dari Kecamatan Sungai Aur, mantap menikahi janda yang sudah memiliki 3 orang anak dari Kecamatan Gunung Tuleh.
Meski terpaut usia sangat jauh, pasangan berondong manis dan janda cantik dengan 3 orang anak ini melangkah dengan yakin dan penuh senyum saat memasuki Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunung Tuleh untuk menikah pada hari Selasa, 17 Oktober 2023.
Berondong A tersebut, tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan menikahi janda berinisial NY, yang usianya terpaut 17 tahun dan hanya 2 tahun lebih muda dari ibu kandung A sendiri.
N merupakan wanita yang kesehariannya sebagai perias pengantin tinggal di Kecamatan Gunung Tuleh itu, mengaku awal bertemu A di acara pernikahan saudaranya.
Kisah cinta mereka mulai tumbuh sejak A dan NY sejak pertemuan tersebut, komunikasi intens bermula sejak bulan Juni tahun 2023. Akhirnya pada bulan Agustus tahun 2023, A memutuskan untuk melamar NY, kemudian tepatnya 17 Oktober mereka resmi menikah di KUA Gunung Tuleh.
Pernikahan dengan A merupakan yang kedua kalinya bagi NY, karena dirinya sudah empat tahun menjadi janda dengan menghidupi 3 orang anak dari suami pertamanya yang meninggal dunia tahun 2019.
Kepala KUA Gunung Tuleh, Jufri, SS, MA dalam nasehatnya kepada kedua pengantin beda usia 17 tahun ini, untuk menjaga keutuhan dan kerukunan dalam rumah tangga, suami dan istri mesti ikhlas dan tulus serta bersungguh-sungguh menjalankan kewajiban sebagai suami dan istri tanpa terlalu menuntut hak masing-masing, semoga saling perhatian dan penghargaan di antara suami dan istri menjadikan rumah tangga adem dan bahagia.
Setelah selesai ijab kabul dan resmi sebagai sepasang suami istri, kedua pasangan ini terlihat rona wajah bahagia, penuh canda dan senyuman. Ketika diminta bagaimana perasaan mereka sesudah resmi sebagai suami istri, mereka sambil senyum berkata “cinta kami suci, dan usia tidak menjadi penghalang bagi kami, cinta itu tak berbatas usia”.
Penulis : {zul ulya}.
Editor : {Salbiah Hrp}.















