SURABAYA | Khabarterkini.co – Kekecewaan terhadap lambannya penanganan dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akhirnya memuncak. Seorang aktivis kepulauan, Juhari, mengambil langkah tegas dengan melaporkan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolair) Polda Jawa Timur ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jatim.
Langkah tersebut dilakukan setelah laporan yang ia sampaikan terkait dugaan penimbunan solar subsidi dalam jumlah besar dinilai tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan. Juhari menilai proses penanganan kasus berjalan lamban meskipun berbagai bukti dan keterangan saksi telah disampaikan kepada penyidik.
Tak hanya melapor ke Propam, Juhari juga mendatangi Biro Pengawasan Penyidikan (Wassidik) untuk meminta dilakukan gelar perkara. Ia mendesak agar proses hukum terhadap terduga pelaku berinisial H. Ardi segera ditingkatkan sesuai dengan hasil penyelidikan yang telah berjalan.
Menurutnya, sejumlah saksi telah siap memberikan keterangan dan berbagai barang bukti juga telah tersedia. Karena itu, ia mempertanyakan alasan belum adanya langkah hukum yang lebih tegas dalam kasus yang diduga merugikan negara dan masyarakat penerima subsidi tersebut.
“Kami meminta Wassidik mengambil alih penanganan laporan ini dari Ditpolair. Jangan sampai kasus dugaan penimbunan BBM subsidi ini terus berlarut-larut tanpa kepastian hukum yang jelas,” tegas Juhari.
Merasa penanganan perkara tidak berjalan maksimal, Juhari juga melaporkan kasus tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapan dugaan praktik mafia BBM subsidi yang selama ini menjadi sorotan masyarakat.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik. Ditreskrimsus Polda Jatim dinilai memiliki peluang untuk membuktikan komitmennya dalam memberantas kejahatan di sektor energi, khususnya penyalahgunaan BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.
Publik pun menanti langkah konkret aparat penegak hukum. Akankah kasus ini segera menemukan titik terang dan menyeret pihak-pihak yang bertanggung jawab ke meja hijau, atau justru kembali menjadi deretan perkara yang berlarut tanpa kejelasan?
Perkembangan penanganan kasus tersebut kini menjadi sorotan masyarakat yang menunggu kepastian hukum serta tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam dugaan penimbunan BBM subsidi di Jawa Timur.
(red).















