Talu – Pasaman Barat | khabarterkini.co
Pucuk Adat Kabuntaran Talu, Ir. H. Jhonny, Z.A, MM.SI Tuanku Bosa XV, memberikan peringatan keras terkait kondisi jalan utama di wilayah Talu yang baru saja mengalami amblas. Beliau meminta dengan tegas agar pihak berwenang segera membatasi kendaraan yang melintas, terutama truk dengan muatan di atas 8 ton.
Langkah ini dinilai mendesak demi menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah kerusakan jalan yang lebih parah atau bahkan terputus total.
Kondisi jalan yang labil pasca-amblas membuat struktur tanah di bawah aspal menjadi sangat rentan. Menurut Tuanku Bosa XV, membiarkan kendaraan berat melintas hanya akan mempercepat proses amblasnya jalan secara permanen.
”Kondisi jalan saat ini sangat mengkhawatirkan. Jika truk bermuatan lebih dari 8 ton tetap dipaksakan lewat, ini bukan hanya merusak jalan, tapi mengancam nyawa pengendara lain. Kita tidak ingin ada korban jiwa akibat jalan yang tiba-tiba runtuh,” tegas Tuanku Bosa XV.
Truk dengan tonase besar (di atas 8 ton) diminta mencari rute alternatif atau mengurangi beban muatan. Meminta Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian untuk menempatkan personel atau memasang rambu peringatan yang jelas di titik lokasi.
Mendesak pemerintah provinsi/daerah untuk segera melakukan perbaikan permanen sebelum akses logistik ke wilayah Talu lumpuh total.
Jika kendaraan berat tetap melintas tanpa pengawasan, dikhawatirkan jalur penghubung ini akan putus total. Hal ini tentu akan berdampak buruk pada:
Ekonomi Masyarakat terkait distribusi hasil tani dan kebutuhan pokok akan terhambat selain itu juga terhadap akses darurat seperti Kendaraan ambulans atau bantuan akan sulit menjangkau wilayah tersebut jika jalan benar-benar rubuh.
Masyarakat setempat berharap imbauan dari tokoh adat ini segera direspon cepat oleh pemerintah sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
(Pena Keumatan)















