Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Barat

Janji Pemda Pasaman Barat Disebut Hoaks, HMI Soroti Jalan Rusak dan Dugaan Tak Dukung Program Nasional

299
×

Janji Pemda Pasaman Barat Disebut Hoaks, HMI Soroti Jalan Rusak dan Dugaan Tak Dukung Program Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PASAMAN BARAT | Khabarterkini.co – Kondisi infrastruktur jalan di Nagari Koto Sawah, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, kian memprihatinkan dan memicu sorotan tajam publik. Jalan utama yang menjadi akses vital masyarakat hingga kini belum tersentuh perbaikan, meski berbagai janji telah dilontarkan pemerintah daerah sejak satu tahun lalu.

Jalan tersebut dilaporkan masih berdebu tebal saat musim kemarau, berlubang parah, serta berubah menjadi kubangan lumpur ketika hujan turun. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasaman Barat, Hamid Yasin, secara tegas mengkritik Pemerintah Daerah (Pemda) Pasaman Barat. Ia menilai pemerintah telah ingkar janji terhadap komitmen yang disampaikan kepada masyarakat saat masa kampanye.

Menurut Hamid, pada masa kampanye satu tahun lalu, pasangan kepala daerah berjanji akan segera memperbaiki jalan serta menertibkan operasional truk tronton yang disebut menjadi penyebab utama kerusakan. Namun hingga kini, janji tersebut dinilai tidak terealisasi.

“Sudah satu tahun berlalu, namun tidak satu pun janji itu ditepati. Jalan tetap rusak, dan truk tronton masih bebas melintas tanpa pengawasan,” ujar Hamid.

Lebih jauh, HMI juga menilai Pemda Pasaman Barat tidak sejalan dengan program nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan bagian dari agenda Asta Cita.

Hamid menegaskan, kondisi jalan yang berdebu justru berpotensi merusak kesehatan anak-anak, terutama para pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Debu tebal yang beterbangan saat kemarau disebut dapat memicu gangguan pernapasan hingga risiko penyakit paru-paru.

“Program Makan Bergizi Gratis bertujuan meningkatkan kesehatan anak, tetapi kondisi jalan yang buruk justru mengancam kesehatan mereka. Ini kontradiktif,” tegasnya.

Selain dampak kesehatan, jalan rusak juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua akibat kondisi licin saat hujan dan lubang yang menganga di berbagai titik.

HMI Cabang Pasaman Barat menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret dari pemerintah. Mereka mendesak bupati dan dinas terkait untuk segera mengambil tindakan nyata, termasuk penertiban truk tronton bermuatan berlebih serta percepatan pengaspalan jalan.

“Kami menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji di kampanye atau media sosial. Masyarakat sudah cukup bersabar selama satu tahun,” tutup Hamid.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Nagari Koto Sawah masih menunggu kepastian dan langkah tegas dari Pemda Pasaman Barat untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi kehidupan mereka.

Penulis: Ahmad Rifai
Editor: Rul Hrp*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *