Pasaman Barat | Khabarterkini.co – Duka mendalam menyelimuti warga Bancah Kasai, Jorong Rimbo Janduang, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, setelah seorang warga lanjut usia meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang. Menanggapi peristiwa tragis tersebut, Bupati Pasaman Barat, Yulianto, langsung turun ke lokasi dan melayat ke rumah duka pada Rabu (18/3).
Dalam kunjungannya, Bupati Yulianto menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum Mukhri (65), yang menjadi korban dalam kejadian nahas tersebut. Kedatangan Bupati bersama rombongan disambut oleh keluarga korban dan masyarakat setempat yang turut berduka.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Yulianto.
Sebagai bentuk kepedulian, Bupati juga menyerahkan bantuan kepada keluarga korban untuk membantu meringankan beban pascakejadian. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi musibah.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (17/3) sore, ketika hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Sebatang pohon kelapa di sekitar rumah korban tiba-tiba tumbang dan menimpa bangunan tempat tinggal korban.
Saat kejadian, korban diketahui berada seorang diri di dalam rumah sehingga tidak sempat menyelamatkan diri. Benturan keras dari pohon yang tumbang menyebabkan rumah mengalami kerusakan parah, dan korban dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat cuaca ekstrem. Ia meminta warga untuk secara berkala memeriksa kondisi pohon di sekitar lingkungan tempat tinggal.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jika terdapat pohon yang berpotensi membahayakan, segera lakukan langkah penanganan,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
(Ahmad Rifai Hasibuan)
Editor: Rul*















