Pasaman Barat | Khabarterkini.co – Puluhan warga Jorong Pigogah, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi jajanan bakso tusuk pada Rabu malam (15/4) hingga Kamis pagi (16/4).
Berdasarkan data sementara dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, jumlah korban mencapai 25 orang hingga Kamis (16/4) pukul 08.00 WIB. Para pasien dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, dan diare.
Keterangan awal menyebutkan, sebanyak 22 warga mulai berdatangan ke fasilitas kesehatan pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 hingga 23.41 WIB dengan keluhan serupa. Dari jumlah tersebut, 17 orang harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Air Bangis, sementara lima lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan jalan.
Pada Kamis pagi (16/4), jumlah korban kembali bertambah dengan tiga pasien baru yang datang berobat dengan keluhan pusing dan sesak napas. Ketiganya telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.
Hingga Kamis sore, kondisi para pasien yang dirawat dilaporkan terus menunjukkan perbaikan. Tercatat hanya tiga orang yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Air Bangis, sedangkan pasien lainnya telah dipulangkan.
Menanggapi kejadian ini, Tim Gerak Cepat Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat langsung turun tangan melakukan penanganan sekaligus penyelidikan epidemiologi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, dr. Gina Alecia, M.Kes, yang meninjau lokasi kejadian dan fasilitas kesehatan terkait.
Tim juga telah mengamankan sejumlah sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan, termasuk sampel muntahan pasien. Sampel tersebut akan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Sumatera Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Dinas Kesehatan Pasaman Barat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama jajanan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala serupa.
(Ahmad Rifai)















