Pasaman Barat | khabarterkini.co –
Ancaman longsor dan jalan terban yang menghantui jalur Simpang Empat–Talu menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Usai menghadiri Paripurna HUT ke-22 Kabupaten Pasaman Barat, Gubernur Mahyeldi Ansyarullah langsung turun ke lapangan untuk meninjau titik-titik rawan bencana di wilayah tersebut, Rabu (7/1).
Didampingi Bupati Pasaman Barat H. Yulianto dan Wakil Bupati M.Ihpan, Gubernur menyisir kawasan Rimbo Kejahatan, jalur vital penghubung Talu–Simpang Empat yang kerap amblas.
Peninjauan ini dilakukan guna mematangkan rencana relokasi jalan ke area yang lebih stabil.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi infrastruktur yang mengkhawatirkan. Di Jalan Pasanggiangan, badan jalan mengalami retakan hebat dan terban hingga mendekati permukiman warga.
Tak hanya itu, rombongan juga meninjau Jalan Polongan 6 jalan yang terapit sungai deras dan bukit terjal membuat kawasan ini bak “jalur maut” bagi pengendara.
Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa perbaikan tambal sulam tidak lagi cukup untuk wilayah dengan kontur ekstrem seperti Talamau.
”Beberapa titik yang kita tinjau memiliki kontur terjal dan berada di kawasan rawan, bukan hanya longsor tetapi juga jalan terban. Di satu sisi ada sungai curam, di sisi lain bukit tinggi. Solusi terbaik adalah pengalihan jalur ke lokasi yang lebih stabil dan aman,” tegas Mahyeldi di sela peninjauan.
Ia menambahkan, jalur alternatif yang menembus ke arah Bangkok Talu saat ini sudah tersedia, namun perlu peningkatan kualitas agar layak menjadi akses utama masyarakat.
Menutup peninjauan tersebut, Gubernur menginstruksikan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk bergerak cepat menyiapkan dokumen pendukung dan administrasi yang diperlukan. Langkah ini penting agar pengerjaan fisik relokasi jalan dapat segera dieksekusi.
”Kita ingin menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Saya minta Pemkab segera siapkan dokumennya agar proses relokasi ini bisa segera berjalan,” pungkasnya.
Upaya relokasi ini diharapkan menjadi jawaban permanen bagi warga Talamau yang selama ini kerap terisolasi saat cuaca buruk melanda.
(Pena Keumatan)















