Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Sumatera Barat

​Misteri Sinkhole Situjuah Batua Terjawab: Badan Geologi Rekomendasikan Jadi Penampungan Air

176
×

​Misteri Sinkhole Situjuah Batua Terjawab: Badan Geologi Rekomendasikan Jadi Penampungan Air

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Limapuluh Kota | khabarterkini.co-

Teka-teki mengenai fenomena lubang runtuh atau sinkhole yang sempat menghebohkan warga di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, akhirnya menemui titik terang. Badan Geologi Kementerian ESDM resmi merilis hasil analisis teknis pada Selasa (6/1/2026), yang mengungkap penyebab sekaligus solusi atas fenomena tersebut.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

​Hasil kajian mendalam menunjukkan bahwa sinkhole di kawasan pertanian Pombatan ini memiliki karakteristik yang berbeda dari lubang runtuh pada umumnya. Jika biasanya sinkhole identik dengan runtuhan batugamping (karst), fenomena di Situjuah Batua murni disebabkan oleh erosi buluh (piping erosion).

​Proses ini terjadi akibat pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan yang membentuk saluran serupa pipa. Badan Geologi mengidentifikasi tiga faktor utama pemicu fenomena ini:

​Karakteristik Tanah: Dominasi batuan berbutir halus hasil lapukan batuan tuff.
​Faktor Alam: Tingginya intensitas curah hujan di wilayah tersebut.
​Sistem Irigasi: Tata kelola air lahan pertanian yang kurang optimal menyebabkan air masuk ke rekahan tanah dan menciptakan rongga di bawah permukaan.

​Terkait penampakan air berwarna biru di dalam lubang yang sempat viral di media sosial, Kabid Geologi Dinas ESDM Sumbar, Inzuddin, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa warna biru tersebut hanyalah efek pantulan cahaya.

​Secara fisik, air tersebut sebenarnya sangat jernih dan bening. Bahkan, air ini dinilai layak konsumsi, senada dengan pengakuan warga setempat yang sempat mencicipi langsung kesegaran air di lokasi tersebut.

​Alih-alih merekomendasikan penutupan lubang, Badan Geologi justru melihat potensi manfaat bagi sektor pertanian. Mengingat lubang tersebut terus mengeluarkan sumber air jernih, otoritas merekomendasikan pemanfaatannya sebagai bak penampung air.

​Namun, pemanfaatan ini harus dibarengi dengan standar keamanan yang ketat, antara lain:
​Pemagaran: Pembangunan pagar pengaman di sekeliling lubang untuk melindungi warga dan hewan ternak.
​Monitoring: Masyarakat diminta waspada dan segera melapor jika muncul rekahan tanah baru.
​Edukasi: Warga dihimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh spekulasi liar atau mitos yang tidak berdasar.

​Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dalam bersurat ke Badan Geologi mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, menekankan bahwa kajian ilmiah ini sangat krusial.

​”Kepastian dari para ahli ini memungkinkan pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif yang tepat tanpa menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat,” ujarnya.
​Dengan keluarnya hasil kajian ini, fenomena yang semula dianggap sebagai ancaman kini berpeluang menjadi aset sumber daya air baru bagi petani di Nagari Situjuah Batua.

(Pena Keumatan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *