TALAMAU – Pasbar | khabarterkini.co – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasaman Barat dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan dampak serius. Karang Taruna Nagari Sungai Janiah Talu secara resmi merilis laporan keprihatinan terkait ancaman keselamatan warga dan fasilitas publik akibat kerusakan infrastruktur penahan tebing.
Tingginya curah hujan telah menyebabkan debit air sungai di wilayah Sungai Janiah meningkat drastis. Arus air yang sangat kuat mengakibatkan rusaknya infrastruktur vital berupa penahan tebing (bronjong) di Kampung Padang Panjang Jorong Sungai Janiah Ilia.
Titik kerusakan paling parah terpantau berada tepat di belakang SD Negeri 04 Talamau. Berdasarkan pengamatan di lapangan, material bronjong yang seharusnya melindungi tebing telah hanyut terbawa arus, menyebabkan tanah di sekitarnya mulai terkikis (erosi) dan terancam longsor.
Ketua Karang Taruna Nagari Sungai Janiah Talu menyatakan bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap remeh. Jika hujan kembali turun dengan intensitas yang sama, dikhawatirkan pengikisan tanah akan menjalar hingga ke fondasi bangunan sekolah dan pemukiman warga yang berada di radius dekat aliran sungai.
”Ini bukan sekadar laporan rutin, tapi peringatan dini. Posisi kerusakan tepat di belakang sekolah. Jika tidak segera diperbaiki, kita khawatir keselamatan anak-anak saat proses belajar mengajar terancam, begitu juga dengan rumah-rumah warga di sekitarnya,” ungkapnya
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial pemuda terhadap keselamatan nagari, Karang Taruna menyampaikan aspirasi dan permohonan bantuan secara terbuka kepada pihak-pihak terkait, di antaranya:
Bupati Pasaman Barat
DPRD Kabupaten Pasaman Barat
BPBD Pasaman Barat
Camat Talamau
Pemerintah Nagari Sungai Janiah Talu
Laporan ini menekankan perlunya tindak lanjut segera (intervensi darurat) sebelum kerusakan meluas menjadi bencana yang lebih besar. Karang Taruna berharap adanya peninjauan lokasi secara langsung oleh dinas teknis untuk menentukan langkah rehabilitasi yang tepat.
Masyarakat Nagari Sungai Janiah Talu saat ini berada dalam kondisi waspada. Dukungan dari pemerintah daerah sangat dinantikan untuk memulihkan rasa aman warga.
”Kami percaya dengan sinergi antara pemerintah dan pemuda, risiko bencana ini bisa kita minimalisir. Fokus utama kita adalah pencegahan agar jangan sampai ada korban jiwa atau kerugian material yang lebih besar di masa depan,” tutup nya mengakhiri.
(Pena Keumatan)















