Pasaman Barat | Khabarterkini.co – Tingginya frekuensi bencana tanah longsor di ruas jalan Talu–Kajai membuat akses vital yang menghubungkan dua nagari di Kecamatan Talamau itu semakin kritis. Pemerintah daerah maupun pusat didesak mengambil langkah cepat dengan merencanakan relokasi jalur tersebut demi keselamatan masyarakat dan keberlanjutan arus transportasi.
Ruas jalan sepanjang sekitar 20 kilometer yang menghubungkan Nagari Talu dan Nagari Kajai itu telah berkali-kali tertutup material longsor di sejumlah titik. Kondisi ini menyebabkan aktivitas ekonomi warga lumpuh dan distribusi logistik terganggu dalam beberapa tahun terakhir.
Serangkaian kajian geologis menunjukkan bahwa struktur tanah di sepanjang jalur lama sudah sangat labil. Risiko longsor meningkat tajam terutama saat musim hujan, terlebih pascagempa Talamau pada 2022 yang membuat kontur lereng perbukitan semakin tidak stabil. Hingga kini, jalur tersebut dinilai tidak lagi aman dilalui kendaraan.
Pemerintah diminta segera menyiapkan anggaran besar untuk relokasi, mengingat perbaikan darurat yang selama ini dilakukan tidak mampu memberikan jaminan keamanan jangka panjang. Relokasi dinilai sebagai solusi terbaik agar transportasi masyarakat kembali lancar dan tidak lagi terancam oleh bencana.
Jalan baru yang akan dibangun diharapkan direncanakan secara matang, berada di kawasan yang jauh dari titik rawan longsor, serta memiliki topografi yang lebih stabil dan aman. Pemerintah pusat dan daerah juga diminta memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini karena jalur Talu–Kajai merupakan akses utama yang vital bagi mobilitas masyarakat.
Kondisi perbukitan di wilayah tersebut kini dinilai dalam kategori sangat rawan, sehingga relokasi menjadi langkah mendesak yang harus segera direalisasikan.
(Pena Keumatan)
Editor: red















