Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Sumatera Barat

Kisah Haru: Anak Gadis Berjalan Kaki 12 Jam Demi Restu Ayah di Hari Pernikahannya

515
×

Kisah Haru: Anak Gadis Berjalan Kaki 12 Jam Demi Restu Ayah di Hari Pernikahannya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman Barat | Khabarterkini.co

Sebuah kisah mengharukan datang dari Jorong Siligawan Gadang, Nagari Seberang Kenaikan, sebuah desa di pinggiran Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Di sana tinggal seorang gadis bernama Mei (nama samaran).

Mei, yang dibesarkan oleh ibunya seorang diri setelah sang ayah, Pak Agung (nama samara), memilih hidup terpisah di kampung lain, memutuskan untuk menemui ayahnya di Jorong Sinuangon, Kecamatan Duo Koto, Pasaman.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Pada 10 Desember 2023, Mei memulai perjalanan panjang ini dengan pendampingannya, Pak Mamak, warga kampung ayahnya, serta adik laki-laki kandung ibunya, Om Ical. Mereka melangkah penuh harapan, menembus gunung, sungai, dan hutan belantara.

Meski rintangan datang, tekad Mei tidak goyah. Suara harimau di kejauhan membuat tegang, tapi keberanian mereka memadamkan ketakutan. Setelah 7 jam, istirahat di Bondar Padang untuk beristirahat dan makan siang sekaligus menunaikan sholat Zuhur, lalu mereka melanjutkan perjalanan.

Setelah 12 jam melelahkan, Mei sampai di kampung ayahnya. Kejutan dan kebahagiaan menyelimuti Pak Agung. Meski sedih melihat kondisi ayahnya yang sakit, Mei tetap sembunyikan kesedihannya.

Mereka saling memeluk, berbagi cerita, dan menangis serta tertawa. Pak Agung memberi restu pada pernikahan putrinya, berjanji untuk menjadi wali nikahnya. Bagi Mei, perjalanan ini lebih dari sekadar pernikahan, ia menyembuhkan luka masa lalu dan membuka lembaran baru.

Kembali ke kampungnya, Mei membawa janji dan restu ayah. Persiapan pernikahannya yang menjadi impian akan terwujud, dengan Pak Agung sebagai wali nikahnya. Hari berikutnya, mereka kembali dengan senyum bahagia, telah melepas rindu dan siap menjalani pernikahan impian.

Bagi Mei, ayah tetaplah ayah, walau perjalanan hidup memisahkan. Wali nikahnya adalah sosok yang akan mengikat janji suci di hari bahagianya, penuh restu dan doa.

Penulis: Zul Ulya. Editor: red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *