Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Jambi

Proyek Drainase Tanpa Papan Nama dan Pengawas Lemah Berpotensi Melanggar Hukum

756
×

Proyek Drainase Tanpa Papan Nama dan Pengawas Lemah Berpotensi Melanggar Hukum

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kota Jambi | Khabarterkini.co

Pekerjaan drainase oleh Dinas PUTR Kota Jambi di Rt 26.27, kelurahan Selincah, tanpa papan nama proyek serta pengawasan yang lemah berpotensi melanggar hukum.

Informasi dari seorang pekerja dan warga setempat mengindikasikan ketidaknormalan pada proyek drainase yang berada di Rt.26,27, kelurahan Selincah, kecamatan Pal Merah, Kota Jambi.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Wartawan mengonfirmasi salah satu pekerja mengenai ketiadaan papan nama proyek, namun pekerja tersebut mengaku tidak mengetahui alasan ketiadaannya, padahal proyek ini sudah berjalan kurang lebih dua minggu.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada wartawan Khabarterkini pada hari Rabu (29/11) bahwa proyek drainase tidak jelas dalam hal rekanan yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya.

Masyarakat berpendapat bahwa pemerintah daerah seharusnya bersikap tegas terhadap kontraktor untuk memastikan papan nama proyek terpasang sejak awal pekerjaan.

Ketidak adaan papan nama ini akan menyulitkan masyarakat, LSM, dan pers yang memiliki tanggung jawab konstitusional untuk mengawasi penggunaan uang negara agar tidak terjadi penyimpangan.

“Kami sebagai masyarakat harus melaporkan ke mana?… Masalahnya, ketika protes terhadap coran yang dibuat menggunakan mesin molen dengan ukuran yang diduga tidak sesuai, kami hanya bisa sampai di situ. Proyek drainase ini diduga memiliki masalah,” ujar seorang warga.

Di lokasi Rt.26,27, proyek drainase ini tidak memiliki kejelasan terkait anggaran menggunakan APBD atau APBN, panjangnya, nama perusahaan yang melaksanakan proyek, serta siapa konsultan pengawasnya. Ketidak jelasan ini meninggalkan kemungkinan adanya manipulasi volume pekerjaan dalam proyek.

Berita investigasi Khabarterkini dari lapangan pada tanggal 29 November mengungkap bahwa proyek drainase ini terkesan tidak sesuai dengan rencana karena saluran yang sudah ada lebih tinggi daripada drainase yang sedang dibangun, yang berpotensi menyebabkan genangan air.

“Perkataan masyarakat terbukti benar. Kami akan menyelidiki lebih dalam dari awal hingga akhir, termasuk tempat para pekerja yang sedang bekerja yang tidak terlihat, serta papan nama proyek yang tidak ada, bahkan pekerjanya berasal dari Pekanbaru,” ujarnya

{ND}.
Editor: Salbiah Harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *