Pasaman | Khabarterkini.co
Bupati Pasaman, Sabar AS memberikan semangat kepada pelajar SMA 1 Mapat Tungul Selatan dalam acara Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja di sekolah tersebut, yang diadakan di Silayang pada Rabu 08/11/2023.
PIK ini bertujuan untuk mencegah Stunting sejak usia remaja, dengan harapan dapat mencegah pernikahan dini atau pernikahan di bawah umur, yang dapat berpotensi menyebabkan kelahiran anak yang mengalami stunting.
Saat berlangsungnya acara PIK, Bupati Pasaman, Sabar AS, mengingatkan remaja terutama pelajar untuk mempersiapkan diri mereka menghadapi kehidupan dewasa. “Hindari pernikahan dini, persiapkan diri dengan baik, dan kejar kehidupan berkualitas,” pesan Bupati.
Bupati juga mengingatkan bahwa yang bertanggung jawab terhadap diri kita adalah diri kita sendiri, bukan hanya guru atau orang tua. “Isi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, baik untuk tubuh, jiwa, maupun pikiran. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan, seperti kelompok belajar, olahraga, dan ekspresi seni kreatif,” ujar Bupati Sabar AS.
Beliau juga menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk membangun sumber daya manusia yang unggul di Pasaman melalui berbagai program yang telah dirancang.
Hal ini sejalan dengan program nasional untuk menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas.
Bupati memberikan pesan kepada orang tua untuk senantiasa membimbing anak-anak di rumah, karena investasi terbesar adalah pendidikan anak.
Kepala Dinas P2KB Pasaman, H. Furkan, MKes, melaporkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya ditujukan kepada ibu hamil dan menyusui, tetapi juga harus dimulai dari usia remaja.
Tujuannya adalah agar remaja memahami pentingnya keluarga yang terencana, menghindari pergaulan bebas, dan siap untuk menghadapi kehidupan dewasa di masa depan.
Kegiatan PIK Remaja ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Pasaman, dan akan dilanjutkan ke SMA lainnya, ungkap Furqan.
Target penurunan angka stunting di Pasaman pada tahun 2024 adalah 14%. Namun, berdasarkan data survei Kementerian Kesehatan RI tahun 2022, kasus stunting di Pasaman masih sekitar 28,9%.
Meskipun demikian, menurut Furqan, catatan Dinas Kesehatan Pasaman menunjukkan bahwa hasil penimbangan EPPGBM di bulan September 2022 menunjukkan angka stunting pada balita berhasil menurun menjadi 17%.
“Untuk angka pastinya, kita masih menunggu hasil survei Kementerian Kesehatan RI untuk periode 2023,” tutup Haji Furqan.
Hal senada disampaikan juga oleh Kepala Sekolah SMA 1 Mapat Tunggul Selatan, Masril SPD., MPD. menyatakan dukungannya terhadap kegiatan PIK yang diadakan di sekolahnya. “Kami bersama majelis guru siap memberikan dukungan penuh, dan akan menyediakan fasilitas untuk keperluan PIK Remaja di sekolah ini,” ucap Kepsek Masril mantap.
Penulis : Tanjung
Disunting Oleh : Salbiah Harahap.















