Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Jambi

Kompak Ketua Tim Teknis Swakelola dan Kepsek SMKN 14 Merangin Blokir nomor telpon wartawan

178
×

Kompak Ketua Tim Teknis Swakelola dan Kepsek SMKN 14 Merangin Blokir nomor telpon wartawan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kota Jambi | Khabarterkini.co

Yusuf ketua tim teknis swakelola dan kepala sekolah SMKN 14 Merangin. “Zuhdi Mizian” kompak memblokir dua nomor telepon (WA) wartawan Akurat News Com dan Khabarterkini.co,  sehubungan dengan pemberitaan kegiatan proyek 5.2 miliar ( DAK ) dan Pungli berkedok uang komite diduga ada unsur perbuatan melawan hukum.

Beberapa orang yang berhubungan langsung dimintai kompirmasi dan klarifikasi untuk memberikan hak jawabnya sesuai dengan kode etik jurnalistik dan UU Pokok Pers nomor 40 agar dalam pemberitaan berimbang tidak mengandung hoaxs.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Yusuf kepala tata usaha SMKN 14 Merangin pegawai honor yang juga merangkap ketua tim teknis swakelola berdasarkan SK yang ditanda tangani pejabat dinas pendidikan provinsi jambi diberi amanah untuk bertanggung jawab agar proyek tujuh paket 5.2 miliar.

Namun faktanya didalam pelaksanaan dilapangan tidak berpegang pada gambar dan RAB. ketika dimintai penjelasan melalui pertanyaan tertulis dengan 8 pertanyaan melalui pesan WhastApp (26/2) maupun telepon tidak aktif seperti nya nomor telah diblokir.

Setali tiga uang dengan kepala sekolah Zuhdi Mizian ST.MPd yang katanya pernah menjadi jurnalis tentunya lebih faham dengan Kode Etik Jurnalistik, UU Pokok Pers dan Keterbukaan Informasi Publik.

Sebagai Pejabat Publik level kepala sekolah harus siap dikritik dari segi pemberitaan, bukannya memblokir nomor telepon dua wartawan (Khabar terkini dan Akurat ) yg intens memberitakan dari persoalan pungutan liar ( pungli ) berdalih uang komite,

Sampai kegiatan proyek ditahun 2022 yang nilainya cukup fantastis 5.2 miliar rupiah dengan jumlah siswa, berdasarkan data dapodik pada waktu pengajuan kemendikbud Ristek kurang lebih 100 siswa dengan empat jurusan.

Pertanyaan yang di ajukan oleh tim awak media, “sebanyak 5” pertanyaan kepada Zuhdi Mizian untuk dimintai klarifikasi / penjelasan sesuai tufoksinya, tidak menggunakan hak jawabnya, dan ini membuat keyakinan kuat ada dugaan tindak pidana korupsi.

Sementara Kyai Sukron ketua komite yang juga anggota tim teknis swakelola proyek DAK tahun 2022, ketika wartawan mengajukan lima pertanyaan sehubungan kegiatan proyek maupun pungutan dengan tegas tidak pernah dilibatkan.

Namun diakuinya ada kepala sekolah mengatakan pada tahun 2022 sekolah mendapatkan bantuan dari dana DAK. hanya itu saja.

Kalau didalam pelaksanaan ada penyimpangan didalam pekerjaan tanyakan langsung kepada kepala sekolah, ujarnya.

Dengan ditutup akses informasi dengan memblokir nomor wartawan oleh kepala sekolah maupun ketua tim teknis swakelola bukan berarti wartawan kehilangan bahan untuk membuat berita. Justru ini menambah keyakinan bahwa ada ketidak beresan di SMKN.14 Merangin dan harus diusut sampai tuntas. ( Anto )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *