Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Jambi

Asisten III Setda Jambi Jangcik Mohza : Tuntutan Tidak Direalisasikan Gubernur Jambi BEM Nusantara Ancam Demo Lebih Besar

209
×

Asisten III Setda Jambi Jangcik Mohza : Tuntutan Tidak Direalisasikan Gubernur Jambi BEM Nusantara Ancam Demo Lebih Besar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jambi | Khabarterkini.co

Akhirnya Asisten III Setda Jambi Jangcik Mohza (20/3) Menemui para pendemo dihalaman kantor gubernur untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa yang tergabung BEM. Nusantara terhadap tiga tuntutan yang harus direalisasikan Pemerintah Daerah demi untuk masyarakat jambi.

Puluhan mahasiswa masih bertahan didepan halaman kantor gubernur Jambi untuk terus menyuarakan aspirasi kepentingan masyarakat Jambi yang merasa tidak nyaman lagi paskah diperbolehkan lagi angkutan batubara beroperasi, aksi di jaga puluhan personel dari kepolisian dan satuan polisi pamong praja. aksi damai

Desakan serta yel-yel dari puluhan mahasiswa sampai waktu menjelang sore akhirnya Asisten III Setda Jambi Jangcik Mohza menemui para pendemo ,dan memimta maaf bahwa gubernur, Wakil Gubernur maupun Sekda tidak bisa menemui karena sedang berada diluar jambi.

Jangcik Mohza meminta kepada mahasiswa yang tergabung BEM Nusantara mengenai tiga tuntutan akan dicatat dan akan langsung dilaporkan kepada Bapak gubernur. sekaligus dan akan mengatur agenda pertemuan dalam waktu dekat.

Tiga tuntutan BEM Nusantara :
1 . Stop aktivitas angkutan batubara.
2 . Realisasikan dengan cepat jalan khusus batubara.
3. Apabila dua poin tidak direalisasikan
maka kami mahasiswa yang tergabung
BEM Nusantara akan turun lagi dengan
massa yang lebih banyak lagi.

Muhamad Muchlisin Yusuf koordinator
Lapangan( korlap) aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk kecintaan kepada provinsi Jambi. terhadap aktivitas angkutan batubara yang jelas-jelas merugikan masyarakat banyak, apa kita harus diam melihat kenyataan dilapangan korban jiwa, kerugian materi dampaknya cukup besar apa ini dibiarkan ,?

Gubernur harus mendengarkan dan harus bijak dalam memutuskan persoalan yang menjadi kehendak masyarakat.

Berdasarkan catatan wartawan Khabar terkini gelombang protes, kritikan bahkan upaya hukum degan menggugat “clas action” terhadap pemerintah Daerah provinsi Jambi dengan didaptarkan di pengadilan Negeri Jambi sebagai bukti bahwa angkutan batubara berdampak meresahkan masyarakat.

(Anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *