Pasaman Barat | Khabarterkini.co
Satu unit alat berat Excavator milik Kondit/Erwin berhasil diamankan di Polres Pasbar sebagai bagian dari penanganan kasus oleh tim Ditreskrimsus Polda Sumatera Barat. Meskipun demikian, keberadaan galian C lainnya tetap beroperasi tanpa hambatan. Terlihat jelas oleh tim awak media Pasbar pada Kamis, 25 Januari 2024.
Unit Excavator tersebut sebelumnya dititipkan di Polsek Lembah Melintang, oleh tim Ditreskrimsus Polda Sumbar pada Sabtu (20/01/2024) namun dipindahkan ke Polres Pasbar untuk keamanan. Karena ada beberapa oknum yang datang melobi – lobi untuk dibebaskan, maka demi keamanan unit itu dipindahkan ke polres pasbar. Penyidik yang tidak ingin disebut namanya menyatakan keputusan tersebut sebagai langkah yang lebih aman.
Selain Excavator milik Kondit, satu unit Excavator bertuliskan DPU di kaca depannya juga berhasil diamankan. Namun, meskipun Excavator tersebut telah disita, Kondit masih bebas beraktivitas tanpa rasa takut di Kota Ujung Gading.
Beberapa warga Ujung Gading bertanya – tanya, ada apa dengan kasus Kondit/Erwin ini. Sudah jelas satu unit alat berat Excavator miliknya sudah di amankan di Polres Pasaman Barat. Tetapi kondit/Erwin belum juga di tangkap, ungkap warga ke awak media
Lanjut warga; apakah kondit /Erwin main mata dengan APH cetusnya lagi ke awak media. Ya wajar saja kami selaku warga berasumsi demikian. Jelasnya
Masih di hari yang sama, Menurut sumber terpercaya, Kondit terlihat masih aktif beraktivitas di Ujung Gading tanpa adanya rasa takut akan penangkapan terhadapnya Bahkan, warga menyatakan bahwa aktivitas galian C masih ada yang beroperasi tepatnya di sekitar yayasan pondok pesantren Adlaniyah Tampus, Ujung gading. Apakah pemilik galian C ini masih milik kondit/Erwin atau ada bos lain. Kata warga
Nah telusur demi telusur ternyata seorang tokoh masyarakat angkat bicara bahwa aktivitas galian C Ilegal yang masih beroperasi tersebut bukan milik Kondit, melainkan milik orang kuat di Ujung Gading. Ungkapnya ke awak media
Kuat dugaan warga, pihak oknum kepolisian dan oknum pejabat setempat, begitu juga beberapa oknum wartawan ada keterlibat dalam aktivitas beroperasinya Galian C Ilegal tersebut, itulah sebapnya kami selaku warga lebih baik memilih untuk diam karena keterlibatan orang-orang berpengaruh tersebut. Ujar warga
Tim Khabarterkini Sumbar terhusus tim khabarterkini Pasbar, menyatakan sikap akan terus mengawal kasus ini hingga tahap persidangan untuk memastikan keadilan bagi masyarakat yang menjadi korban kegiatan aktivitas galian C ilegal yang sudah berkarat lamanya beroperasi tanpa ada yang berani mengungkapnya
Dengan tayangnya pemberitaan ini tim khabarterkini.co Pasbar sangat menyayangkan karena tidak dapat untuk konfirmasi kepada kondit/Erwin karena WhatsApp dan nomor telpon tim khabarterkini sudah di blokir.
Bersambung…
Penulis: (tim, {*}{**})
Editor: red.















