Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Jambi

Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Kumpeh Ulu Demo Buntut Tindakan Refresip Anggota Polda Jambi

352
×

Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Kumpeh Ulu Demo Buntut Tindakan Refresip Anggota Polda Jambi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jambi | Khabarterkini.co

Aliansi Mahasiswa bersama masyarakat senin 24 juli melakukan demo didepan Mapolda Jambi buntut tindakan represif kepada kaum perempuan yang memperjuangkan haknya tehadap PT.FPIL. Dan meminta kepada Polda Jambi untuk membebaskan rekan yang kini ditahan.

Di depan Polda Jambi dimana puluhan mahasiswa dan warga dari Dusun Pematang Bedaro, Kecamatan Kumpeh Ulu, Muaro Jambi, dalam aksi demo pada Senin sore. Massa berunjuk rasa ini berkumpul sebagai respons atas pembubaran paksa yang dilakukan oleh tim gabungan Polres muaro Jambi dan Polda Jambi terhadap warga yang memblokir jalan utama perusahaan PT FPIL.

Dengan lantang koordinator lapangan dengan tegas, mereka meminta keadilan kepada Kapolda Jambi atas tindakan kurang manusiawi yang dilakukan anggotanya dilapangan atas tindakan atau perlakuan terhadap masyarakat dusun pematang bedaro yang merasa dizolimi selama pembubaran secara paksa di PT.FPIL

“Kami hanyalah seorang rakyat kecil yang tidak ingin ditindas dengan semena-mena, dimana hati nurani yang seharusnya melindungi masyarakat,” ujar salah seorang korlap saat memberikan orasi.

Bahkan diungkapkan, petugas di lapangan melakukan kriminalisasi terhadap warga yang menuntut hak atas tanahnya.
“Negara merdeka pada 17 Agustus 1945, namun warga Kumpeh belum merasakan kemerdekaan atas tanah, bumi, bangunan, dan air yang seharusnya menjadi hak mereka,” ungkap salah seorang peserta aksi dengan penuh emosi.

Adapun tuntutan massa dalam aksi demo ini di Polda Jambi di antaranya adalah:

Hentikan kriminalisasi dan intimidasi terhadap Warga Pematang Bedaroh yang berkonflik dengan PT. FPIL
Cabut perizinan PT. FPIL yang diduga terlibat dalam kejahatan manusia.

Tarik semua anggota polisi baik anggota polres Muaro Jambi dan Polda Jambi. Sementara salah seorang masyarakat yang tidak mau disebutkahn namanya mengatakan, persoalan agraria diprovinsi Jambi antara pengusaha dan masyarakat bukan rahasia umum lagi. bapak {wartawan Khabarterkini.co} dengar sendiri apa yang dikatakan koordinator lapangan bahwa kasus ini sudah sampai kepengadilan dan keputusan NO artinya itu status Quo.

Aksi demo ini semangat juang para mahasiswa yang peduli terhadap penderitaan masyarakat dalam mencari keadilan dan hak-hak mereka yang dianggap terabaikan.

{ ND }.
Editor : { arhp}.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *