Merangin | Khabarterkini.co
Sejak SMKN.14 Merangin mendapatkan bantuan tujuh paket pembangunan sarana infrastruktur sekolah, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 sebesar 5.2 Miliar. kepala Sekolah di duga alergi terhadap wartawan bila mana kompirmasi terkait dana Dak tersebut.
Sikap menghindar bahkan tidak mau menggunakan hak jawabnya kepala sekolah Zuhdi ” untuk menjelaskan kepada wartawan yang mencoba mengkonpirmasikan sehubungan dengan proyek tersebut.
Jelas tidak memahami tentang UU, Pokok Pers maupun kode etik jurnalistik dan juga tidak mau mengerti akan keterbukaan informasi publik.
Sikap Zuhdi Mizian , ST.MPd selaku penanggung jawab pembangunan 7 Paket proyek senilai 5.2 Miliar membuat menjadi tanda tanya dikalangan Pers maupun LSM. Ada apa?……..
Semangkin menghindar dari wartawan ini membenarkan rumor yang beredar yang negatif pada diri Zuhdi Mizian ,bahwa dari dugaan bahwa Tim teknis swakelola hanya sebagai pemenuhan persyaratan, semua di kendalikan dari memnorongkan pekerjaan,membayar tukang membeli bahan material, yang lebih miris lagi tim swakelola tidak diberikan honor hingga proyek fisik bangunan selesai seperti diakui pak yusuf (14/1) dikantin sekolah.
Kurang tegasnya terhadap tim Fasilitator Konsultan Independen yang ditugaskan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi berdasarkan Surat Penugasan yang ditanda tangani Kabid SMK ( bukhri) dilokasi dimana proyek itu berada ternyata jarang berada di tempat. dampaknya ada beberapa pekerjaan yang diduga kuat tidak sesuai dengan gambar.
Bahkan contoh kecil tukang yang mengerjakan proyek tidak ada memakai keselamatan kerja, padahal ini wajib mengingat keselamatan kerja sudah dianggarkan oleh negara.
Ada yang aneh diakhir tahun 2022 masih ada pekerjaan fisik berupa pekerjaan conblok, padahal yang kita tau dari papan proyek yang dipasang tidak ada satupun yang menjelaskan pekerjaan tersebut. apakah pekerjaan conblok itu didanai APBD Provinsi atau APBD Kabupaten. ?……
Berdasarkan keterangan pak yusuf yang mengawasi jalan nya proyek, bahwa itu sisa dari anggaran ,namun tidak bisa menunjukan dokumen Andedum maupun Jasteknya. yang kita tau kalau ada sisa biasanya dijadikan Silpa dan harus dikembalikan ke kas Negara. terangnya
Jadi wajar saja kalau kepala sekolah SMKN.14 Merangin Zuhdi Mizian ST. MPd selalu menghindar dari wartawan maupun LSM yang hendak mengkompirmasikan dan mengklarifikasi kejanggalan-kejanggalan terhadap pelaksanaan pekerjaan 7 paket bahkan moubeler merk Innola sebanyak 180 set yang kondisinya kurang sempurna karena ditemukan ada yang belum dipasang baut…( Tim )
Penulis:Editor/MD/Red/Jambi















