Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Sumatera Barat

Perkuat Pilar Adat, Tuanku Bosa XV Buka Pelatihan Datuak dan Pangulu di Nagari Talu

297
×

Perkuat Pilar Adat, Tuanku Bosa XV Buka Pelatihan Datuak dan Pangulu di Nagari Talu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TALU, PASAMAN BARAT – khabarterkini.co
Dalam upaya menjaga kelestarian nilai-nilai luhur Minangkabau di tengah arus modernisasi, Lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kabuntaran Talu secara resmi menggelar kegiatan Pelatihan Datuak dan Pangulu. Acara yang berlangsung pada Rabu (4/2/2026) ini bertempat di Kantor KAN Kabuntaran Talu dengan agenda utama revitalisasi peran pemangku adat.

​Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pucuk Adat Nagari Talu, Ir. Jhonny, Z.A. MM.SI Tuanku Bosa XV, yang juga menjabat sebagai Ketua KAN Kabuntaran Talu. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa keberadaan Datuak dan Pangulu bukan sekadar gelar kehormatan, melainkan pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial dan moral di nagari.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Sebanyak 21 orang hadir mengikuti kegiatan ini, dengan ​mengusung tema “Eksistensi, Revitalisasi Fungsi dan Tugas Para Datuak & Pangulu Kabuntaran Talu”, pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman. KAN Kabuntaran Talu memandang perlunya penguatan kapasitas agar para niniak mamak mampu menjalankan fungsinya secara relevan dan efektif bagi masyarakat saat ini.

​Salah satu poin krusial dalam pelatihan ini disampaikan oleh narasumber utama, Drs. Iskandar. Beliau memaparkan materi mendalam mengenai filosofi: ​”Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK).

​Filosofi ini merupakan fondasi utama kehidupan masyarakat Minangkabau di mana adat bersendikan pada agama Islam. Drs. Iskandar menegaskan bahwa peran niniak mamak sangat vital dalam memastikan implementasi nilai-nilai tersebut tetap hidup di tengah kaumnya masing-masing.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh narasumber Ronaldi, M.Pd. Bandaro, yang memaparkan materi krusial mengenai penguatan kapasitas Niniak Mamak di Nagari Talu. Dalam pemaparannya, beliau menekankan filosofi soko balega cahayo batimbang, sebuah prinsip kepemimpinan adat yang berkeadilan dan berkesinambungan berdasarkan garis keturunan.

​Beliau mengibaratkan peran Niniak Mamak seperti “Kayu Gadang” (pohon besar) di tengah kaumnya tempat bernaung saat kepanasan dan tempat bersandar saat kehujanan. Lebih lanjut, Ronaldi menegaskan pentingnya integritas para pemangku adat dalam menjaga pusaka tinggi, agar warisan material maupun nilai-nilai luhur Minangkabau tetap terjaga kemurniannya dari generasi ke generasi.

​Melalui pelatihan ini, KAN Kabuntaran Talu menargetkan beberapa sasaran utama:
Pertama ​Penyegaran Wawasan yang memberikan pemahaman komprehensif mengenai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Datuak serta Pangulu. Kedua
​Sinergi Kelembagaan yang memperkuat hubungan antara niniak mamak, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat. Ketiga ​Penyelesaian Masalah internal yang Membekali pemimpin adat dengan kemampuan mediasi untuk menyelesaikan persoalan adat di tingkat bawah.

​Dengan terlaksananya agenda ini, diharapkan semangat menjaga “Adat Salingka Nagari” tetap berkobar, memastikan bahwa struktur adat tetap menjadi rujukan utama dalam membimbing masyarakat Nagari Talu menuju masa depan yang lebih baik tanpa meninggalkan akar budayanya.

(Pena Keumatan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *