Aceh Tenggara | Khabarterkini.co – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara selama dua hari berturut-turut memicu banjir besar yang disebut sebagai salah satu yang paling dahsyat dalam sejarah daerah tersebut. Akibatnya, tiga jembatan berkerangka baja putus tersapu arus, serta sejumlah wilayah mengalami genangan parah.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Aceh Tenggara, Dodi Sukmariga Tajmal, membenarkan adanya kerusakan berat pada tiga jembatan, masing-masing:
Jembatan penghubung Desa Natam menuju Kecamatan Darul Hasanah
Jembatan antara Desa Mbarung dan Kecamatan Darul Hasanah
Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Lawe Sigala dengan Babul Rahmah
Selain kerusakan infrastruktur, satu warga dilaporkan meninggal dunia saat banjir terjadi. Korban diduga terseret arus sungai yang meluap dan tidak dapat diselamatkan.
Menurut Dodi, pada hari kedua pascabanjir, sejumlah kawasan masih tergenang air. BPBD mencatat sementara lokasi terdampak meliputi:
Kecamatan Babussalam
Kecamatan Bambel
Kecamatan Lawe Bulan
Kecamatan Bukit Tusam
Kecamatan Lawe Sumur
Kecamatan Badar
Kecamatan Babul Rahmah
Kecamatan Tanoh Alas
Ia menegaskan bahwa pendataan masih berlangsung dan kemungkinan jumlah wilayah terdampak maupun kerusakan dapat bertambah.
Dodi juga mengimbau seluruh masyarakat Aceh Tenggara agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
“Keselamatan jiwa dan raga harus menjadi prioritas,” ujarnya dalam laporan resmi pada Kamis, 27 November 2025.
(Hamzah).
Editor: red















