Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Jawa Tengah

Karangan Bunga Misterius Mengatasnamakan Paguyuban Kades Pekalongan Picu Kegaduhan, Sekber IPJT Desak Usut Tuntas

89
×

Karangan Bunga Misterius Mengatasnamakan Paguyuban Kades Pekalongan Picu Kegaduhan, Sekber IPJT Desak Usut Tuntas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pekalongan | Khabarterkini.co – Sebuah karangan bunga misterius yang mengatasnamakan Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Pekalongan (Bahurekso) dan ditujukan kepada Polda Jawa Tengah mendadak viral dan memicu kegaduhan di kalangan wartawan maupun para kepala desa. Setelah ditelusuri, karangan bunga tersebut dipastikan bukan berasal dari paguyuban resmi, sehingga memunculkan dugaan adanya tindakan provokatif dari pihak tertentu.

Ketua Sekber Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) DPC Pekalongan Raya, Ali Rosidin, dengan tegas menilai kemunculan karangan bunga itu sebagai upaya memprovokasi hubungan antara wartawan dan para kepala desa.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Ini merupakan tindakan provokatif dan memancing kegaduhan di tengah adanya permasalahan OTT terhadap wartawan pada Selasa lalu,” tegas Ali.

Ia mendesak Pengurus Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Pekalongan (Bahurekso) untuk mengusut siapa oknum kepala desa yang diduga sengaja membuat suasana tidak kondusif tersebut.

Paguyuban Kades Bantah Terlibat
Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Wonokerto, Cahyo Hartono, turut angkat bicara. Saat dikonfirmasi, ia menegaskan bahwa tidak ada instruksi, persetujuan, maupun pembahasan terkait pengiriman karangan bunga itu dalam forum paguyuban.

“Saya tidak pernah tahu dan tidak diajak rembugan untuk membuat karangan bunga itu. Tidak pernah dibahas atau diputuskan dalam forum paguyuban,” jelasnya, Jumat (28/11).

Cahyo bahkan meyakini bahwa karangan bunga tersebut dibuat oleh seorang oknum kepala desa secara pribadi, bukan oleh organisasi paguyuban.

“Kami meyakini itu inisiatif pribadi oknum kepala desa. Jadi tidak bisa diklaim sebagai sikap resmi Bahurekso,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa tindakan mengatasnamakan organisasi tanpa keputusan bersama dapat menimbulkan mispersepsi publik, seolah menjadi suara kolektif seluruh kepala desa se-Kabupaten Pekalongan.

Ketua Umum Bahurekso Siap Panggil Semua Kades
Ketua Umum Bahurekso, Soedomo, mengaku terkejut setelah mengetahui adanya karangan bunga yang membawa nama organisasinya itu.

“Saya juga baru tahu ada karangan bunga yang mengatasnamakan Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Soedomo menegaskan bahwa setiap pernyataan atau dukungan yang mengatasnamakan paguyuban wajib melalui mekanisme musyawarah dan persetujuan kolektif, agar tidak memicu polemik di masyarakat. Ia pun berencana mengumpulkan seluruh kepala desa dari tiap kecamatan untuk membahas masalah ini secara menyeluruh.

Sumber Lapangan: Disebar Oknum Kades Berinisial AA
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa karangan bunga tersebut pertama kali dibagikan dalam grup WhatsApp Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Pekalongan (Bahurekso) oleh seorang oknum kepala desa berinisial AA, yang menjabat di wilayah Kecamatan Wonokerto. Dari grup tersebut, foto karangan bunga kemudian tersebar keluar dan memicu beragam respons.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik, terutama karena dinilai dapat memperkeruh hubungan antara wartawan dan perangkat desa di Pekalongan. Masyarakat menunggu langkah tegas paguyuban untuk mengungkap siapa dalang di balik penggunaan nama organisasi tanpa izin tersebut.

(RIF AN)
Editor: red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *