Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 300x600
Riau

Tragis! Dua Buruh Terbakar, Pemilik Kebun Sawit Diduga Lepas Tangan

387
×

Tragis! Dua Buruh Terbakar, Pemilik Kebun Sawit Diduga Lepas Tangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelalawan | Khabarterkini.co

Nasib tragis dialami dua buruh harian lepas, Arianto Bulolo dan Lius Laia, yang mengalami luka bakar serius akibat kebakaran rumah di area kebun sawit seluas 263 hektare milik perusahaan PT Batam di Desa Sungai Ara, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau. Mirisnya, pemilik kebun yang diduga mempekerjakan keduanya justru menolak bertanggung jawab atas biaya perawatan korban. 11/06/2025

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu dini hari, 25 Mei 2025, sekitar pukul 02.00 WIB. Kebakaran diduga berasal dari dapur rumah yang mereka tempati selama bekerja di kebun sawit tersebut. Api dengan cepat membesar, memaksa kedua korban melarikan diri dalam keadaan tubuh terbakar.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Kejadiannya tiba-tiba. Api datang dari dapur belakang, kami tak sempat menyelamatkan apa pun. Saya dan teman saya langsung terbakar dan lari keluar rumah. Pakaian pun hanya tersisa di badan,” tutur Arianto Bulolo saat diwawancarai tim Khabarterkini.co.

Kedua korban awalnya dibawa ke Rumah Sakit Sorek. Namun karena keterbatasan fasilitas medis, keduanya dirujuk ke Rumah Sakit Selasih. Ironisnya, menurut pengakuan korban, seluruh biaya pengobatan ditanggung sendiri tanpa ada bantuan dari pihak perusahaan ataupun pemilik kebun.

“Kami sangat kecewa, Pak. Saat dirujuk ke RS Selasih, biaya pengobatan kami tidak ditanggung oleh pemilik kebun. Padahal kami bekerja di kebun miliknya,” ujar Arianto dengan nada sedih.

Ketika tim media mengonfirmasi kejadian ini melalui pesan WhatsApp kepada pemilik kebun pada Senin, 8 Juni 2025, ia menyangkal bahwa Arianto dan Lius adalah pekerjanya.

“Itu bukan karyawan saya. Rumah kebun saya juga terbakar, saya merasa dirugikan,” jawab pemilik kebun singkat sebelum menutup sambungan telepon secara sepihak.

Namun pernyataan berbeda justru datang dari Yono, mandor kebun PT Batam. Ia mengakui bahwa Arianto dan Lius memang pekerja di kebun tersebut.

“Benar mereka bekerja di sini. Kami sudah membayar gaji mereka dan membawa ke rumah sakit. Tapi kalau soal perawatan lanjut, kami tidak bertanggung jawab,” kata Yono.

Saat ditanya mengapa perusahaan tak membantu hingga proses pengobatan selesai, Yono hanya menyarankan agar media langsung menghubungi pemilik kebun.

Peristiwa ini menyoroti lemahnya perlindungan terhadap buruh harian lepas, khususnya di sektor perkebunan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan tanggung jawab dari pihak pemilik kebun maupun perusahaan atas musibah yang menimpa kedua korban.

(tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *