Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Barat

MAS Muhammadiyah Talu Wakili Indonesia Terapkan Metode Gasing dalam Program Persiapan PISA Tahun 2025

142
×

MAS Muhammadiyah Talu Wakili Indonesia Terapkan Metode Gasing dalam Program Persiapan PISA Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman Barat | khabarterkini.co

Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Muhammadiyah Talu Mengelar Pelatihan Kegiatan Persiapan PISA (Programme for International Student Assessment) untuk para siswa dan guru, berlangsung selama 7 hari kedepan, 13 sampai 20 Maret 2025, di Gedung Madrasah setempat.

Kegiatan yang dilaksanakan serentak diseluruh indonesia dibulan ramadhan ini dipandu oleh 2 Trainer terbaik dari Yayasan Indonesia Teknologi Jaya (YITJ) yang didirikan Prof Yohanes Surya Ph.D, terkait Program Pandai Berhitung Metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan).

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Kepala Madrasah Aljufri, S.S menjelaskan bahwa MAS Muhammadiyah salah satu madrasah yang terpilih secara acak mewakili indonesia dalam program PISA hingga penilaian dan pelaksanaan asesmen nantinya yang akan diterapkan di tahun 2025.

“Ada 4 Sekolah/Madrasah di Sumatera Barat yang mengikuti Kegiatan PISA Tahun ini, termasuk kita dari MAS Muhammadiyah Talu, dan untuk kegiatan saat ini sebanyak 50 siswa kelas Fase E serta 5 orang guru madrasah ditugaskan mengikutinya, terutama guru yang membidangi Matematika, Sains, dan literasi membaca, diantaranya Sudro Hasnah, S.P, Heri Wispa, S, Pd, Fitrina Melia, S.Pd, Rina Suryani, S.Pd dan Cici Anggraini, S.Pd”Jelasnya

“Sebelumnya, kita dari pihak madrasah ditahun 2024 telah mengutus 2 orang guru untuk mengikuti pelatihan PISA selama 10 hari di Bogor Jawa Barat, sebagai utusannya yaitu Rina Suryani, S.Pd dan Cici, Anggraini, S.Pd dari guru bidang study matematika” tambahnya

“Semoga saja setelah pelatihan ini nantinya ada perubahan yang signifikan dari cara belajar siswa dan kompetensi guru dalam memberikan pelajaran yang menyenangkan di kelas, sehingga tercapai sasaran dari pembelajaran yang diinginkan dan juga bisa mewakili negara Indonesia dalam penerapan PISA, bersaing dengan negara yang telah maju sistem pendidikannya” harapnya mengakhiri.

Menurut Trainer Yogina Pratiwi S.Pd yang berasal dari Sulawesi didampingi rekannya Defi Rahayu, S.Pd dari Bangkinang Provinsi Riau, memaparkan bahwa standar evaluasi sistem pendidikan di dunia dapat diukur melalui performa akademik siswa sekolah berusia 15 tahun pada bidang matematika, sains, dan literasi membaca.

“Sekolah/Madrasah yang mewakili nanti menyiapkan dan menyajikan data siswa-siswi yang memperoleh rangking terbaik, setelah data seluruh indonesia terhimpun dan diinformasikan, OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) akan melakukan penilaian dan perengkingan” paparnya yang juga sebagai guru disebuah sekolah dasar ini.

“Kemudian program PISA melalui metode gasing ini juga dapat membantu negara indonesia dalam memperbaiki kebijakan sistem pendidikan agar lebih berkualitas, dan menerapkan pembelajaran terhadap siswa yang lebih gampang, asyik, dan menyenangkan, karena 3 tahun sebelumnya tepatnya di tahun 2022, hasil dari penilaian OECD Sistem pendidikan indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara maju lainnya.”Lanjutnya menyudahi

(Rifki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *