Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 300x600
Sumatera Barat

Tuangku Bosa XV Sambut Kedatangan Perantau Rang Talu dari Malaysia di Rumah Gadang Koto Dalam

210
×

Tuangku Bosa XV Sambut Kedatangan Perantau Rang Talu dari Malaysia di Rumah Gadang Koto Dalam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Khabarterkini.co

Masyarakat Minangkabau dikenal sebagai komunitas yang gemar merantau. Semboyan Minangkabau, “Gabak Mandang Dihulu Babungo Babua Alun, Marantau Bujang Dahulu Dikampung Paguno Alun,” menggambarkan pentingnya merantau bagi laki-laki Minangkabau, terutama yang masih muda.

Perantauan masyarakat Minang tidak hanya terbatas di Nusantara, melainkan juga hingga ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan negara lainnya. Terbaru, perantau dari nagari Talu di Malaysia kembali ke kampung halaman mereka dalam acara “Pulang Basamo.”

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Acara ini dipromosikan oleh Persatuan Rang Talu Malaysia (PRTM). Setelah tiba di Padang, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pasaman Barat dan disambut oleh Bupati Pasaman Barat, H. Hamsuardi, S.Ag. Kegiatan temu ramah dengan bupati berlangsung lancar sebelum melanjutkan perjalanan ke nagari Talu pada 21 Agustus 2024.

Di Talu, perantau mengunjungi pasar tradisional dan rumah gadang Koto Dalam. Mereka disambut oleh Tuangku Bosa XV, Ir. H. Jonny Z.A., MM.S.I, bersama jajaran Datuak dan niniak mamak. Gubernur Sumatera Barat diwakili oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Barat, Fadli. Kapolsek Talamau, IPTU Yuli Dekri, SH, diwakili oleh Muhammad Sofyan, serta wali nagari Talu, jorong, dan pemuka masyarakat juga hadir.

Dalam sambutannya, Tuangku Bosa XV mengucapkan selamat datang dan berharap kunjungan ini mempererat silaturahmi serta membawa dampak positif bagi nagari Talu dan perantau di Malaysia. Tuangku Bosa juga membahas beberapa isu geografis Talu.

Bapak H. Hanif, salah seorang anggota PRTM, mengungkapkan rasa syukurnya bisa mengunjungi kampung halaman nenek moyangnya untuk pertama kalinya. Dia berharap kunjungan ini mempererat hubungan antara perantau Talu di Malaysia dan masyarakat Talu.

Sesuai dengan falsafah Minangkabau, “Satinggi Tinggi Tabangnyo Bangau Pulangnyo Kakubangan Juo, Sajaauh Jauh Denai Marantau Nan Kapuang Takana Juo,” kunjungan ini mencerminkan rasa cinta yang mendalam terhadap kampung halaman. Diharapkan acara ini dapat mendorong perkembangan Talu dalam aspek ekonomi, budaya, dan pertanian.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian cenderamata, berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Penulis: Tanjung
Editor: Sal Hrp.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *