Pekalongan | Khabarterkini.co
Pelaksanaan pembangunan desa adalah langkah strategis pemerintahan pusat dalam rangka pemerataan secara menyeluruh dari pedesaan hingga kota. Namun tidak dapat dipungkiri realisasi pembangunan desa, sebagaimana yang terlihat di pembangunan/rehabilitasi jalan desa Banjarsari Kec. Talun dari sumber anggaran APBD Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2024.
Adapun dua lokasi pembangunannya, yaitu dukuh Gumawang Desa Banjarsari dengan anggaran sebesar Rp. 199.500.000, volume 1800 m2, sedangkan Dukuh Jojogan Desa Banjarsari dengan volume P: 765 m2, L: 2,50 m dan anggaran Rp. 199.500.000. Kedua lokasi pengaspalan kuat diduga ada mark up anggaran.
Moch Djaelani Ketua Gerakan Nasional Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Dewan Pengurus Kabupaten Pekalongan mengatakan kepada awak media, akan melakukan pemantauan hingga pengawasan penggunaan anggaran negara, karena saya melihat hasil pengaspalan kondisi di kedua lokasi yaitu dukuh Gumawang maupun Dukuh Jojogan Desa Banjarsari tidak terlihat berbeda, terlihat berlubang, dan juga kualitasnya terlihat tidak sesuai spek, atau terlihat tipis, dan komposisi aspalnya kurang sehingga kurang merekat,” ucap Moch Djaelani saat memberikan keterangan kepada awak media. Selasa, 28 Mei 2024.
“Akibat dari dugaan adanya pengurangan material inilah yang mengakibatkan aspal baru sudah mengalami pengikisan, kerontokan, dan juga terlihat adanya aspal yang mengelupas, sehingga mengakibatkan lubang di dukuh Gumawan Desa Banjarsari,” terang Moch Djaelani.
Lebih lanjut Moch Djaelani menegaskan diluar persoalan hasil fisik aspal yang menjadi sorotan kami juga terkait papan proyek didukuh Dukuh Jojogan Desa Banjarsari yang terlihat L: 2,50 m, namun setelah kita ukur sebagian lebih 2,50 m, dan sebagian besar kisaran 2,21 m s.d 2,25 m, sehingga tidak berlebihan kalau saya tegaskan kuat adanya dugaan mark up anggaran terkait pengaspalan dua pedukuhan tersebut.
“Pengaspalan 2 lokasi yang ada di desa Banjarsari hampir menyerap anggaran APBD Provinsi 2024 sebesar Rp. 400.000.000, ini kan uang negara untuk rakyat, kalau Pemerintahan Desa, TPK dan pihak ketiga (Pelaksana) menjalankan amanah dengan menerapkan anggaran dengan sebaik mungkin, saya yakin kualitas aspal akan bertahan lama, dan memungkinkan usia 5 tahun juga belum mengalami kerusakan yang serius,” tegas Moch Djaelani.
“Karena inilah kami akan menegur serta mengawasi uang negara agar diterapkan sebagaimana mestinya, jangan sampai peruntukan uang negara untuk pemerataan pembangunan namun justru disalah gunakan segelintir pihak, untuk mengeruk keuntungan dari proyek dari dana negara.
Karena kita melihat langsung kualitas aspal yang tidak sesuai spek dan volume yang berbeda dengan papan proyek, sampai kepada proses pengadaan barang dan jasa pihak ketiga (pelaksana) juga janggal dan indikasinya tidak melalui prosedur aturan yang berlaku, hal-hal inilah yang akan kita kawal agar penerapan semua proses sesuai aturan yang berlaku,” ungkap Moch Djaelani.
Sahroni Kepala Desa Banjarsari Kec. Talun, menjelaskan, bahwa awal pembelanjaan aspal sejumlah 88 drum belanja ke saudara Slamet, dan yang melaksanakan pengaspalan salah satu tenaga ahli dari Petungkriyono masih famili keluarga Pak Riatun Petungkriyono.
Lebih lanjut Sahroni menjelaskan, bahwa papan proyek ada kesalahan pada pencetakan volume yaitu Lebar aspal yang tercantum di papan 2,50 m, namun sebenarnya 2,20 meter, dan kata pendamping yang terpenting volumenya sesuai tidak bermasalah,” terang Sahroni.
“Adapun volume aspal dukuh Jojogan sekitar 1900 M hampir 2000 M, dan adanya penutupan isolasi di papan terkait keterangan pengaspalan yang tercantum pada papan proyek di kedua lokasi, dukuh Jojogan dan Gumawang Desa Banjarsari itu semua karena kesalahan cetak awal,” jelasnya.
“Kalau terkait pengaspalan dukuh Gumawang terkait volumenya Panjang dan Lebar tidak tercantum, Sahroni menyampaikan “kata rekan salah satu dari rekan media tidak ada masalah”, kan juga di lokasi volume di dukuh Gumawang terlihat jelas 1800 m2.
Namun disaat awak media menanyakan terkait persoalan kualitas aspal, Sahroni menyampaikan kalau menurut saya hasilnya sudah bagus sesuai, hampir semua aspal yang dikerjakan sebelumnya oleh Pak Riatun.
(Rif an).















