Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Riau

Karyawan PT. Permata Hijau Indonesia Unit Kebun Langgam Fasilitas Keluar-masuk Tidak Memadai, Timbul Kontroversi

2006
×

Karyawan PT. Permata Hijau Indonesia Unit Kebun Langgam Fasilitas Keluar-masuk Tidak Memadai, Timbul Kontroversi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelalawan | Khabarterkini.co

Situasi sulit bagi karyawan PT. Permata Hijau Indonesia (PHI) Unit Kebun Langgam saat ini. Perusahaan di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, tidak memberikan akses keluar yang memadai bagi karyawan untuk berbelanja atau meninggalkan area perumahan.

Pada Selasa, 02-01-2024, tim media melihat bagaimana karyawan PHI yang ingin belanja atau keluar merasa kesulitan, bahkan ada yang harus menggendong bayi. Mereka terpaksa menggunakan sampan improvisasi dari drum belah untuk keluar, situasi yang sangat mengkhawatirkan.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Meskipun ada sampan besi dengan mesin yang bisa digunakan untuk keluar, asisten dan mandor perusahaan tidak mengizinkannya karena alasan pengawasan di area perkebunan yang tergenang banjir.

Para ibu yang membawa bayi meminta bantuan untuk sekadar diantar ke pos keamanan perusahaan, namun permintaan mereka diabaikan dengan alasan atasan tak mengizinkan penggunaan sampan untuk berbelanja.

Akibatnya, dengan terpaksa mereka harus berjalan kaki melalui banjir, membawa tabung gas kosong atau bahkan menggendong bayi.

Pekerja menegaskan bahwa manajemen PT. PHI seharusnya memfasilitasi para ibu yang ingin berbelanja, terutama dalam kondisi saat ini yang menghalangi akses keluar. Mereka juga menyayangkan bahwa pekerjaan panen di area yang tergenang banjir tetap berlangsung dan basis borong nyapun seperti hari biasa.

Para pekerja sangat berharap pihak terkait bisa mendengarkan keluhan para Pemanen SKU dan Pemanen BHL, dan perlakukanlah kami sebagai manusia, bukan sebagai sampah atau budak perusahaan. Cetusnya

Untuk menjaga keseimbangan berita, redaksi mencoba mengonfirmasi dengan humas perusahaan, Yusman, melalui WhatsApp di nomor 08126776XXXX. Sore Selasa 02 Januari 2024 Pada jam 15:67 wib simpel jawapnya Humas PT. PHI Unit Kebun Langgam. “Saya akan konfirmasikan dengan pihak pimpinan dulu bang Harahap karena saya kurang tahu terkait masalah basis panen bang. 🙏

Penulis: {*}
Editor: {red}.

Respon (2)

  1. Miris nya kerja di perusaan , dalam situasi banjir ini pun tidak ada toleransi untuk penundaan pemanen’an sampai kondisi surut,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *