Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Sumatera Barat

Banyaknya Lalat di Patomuan Talu: Warga Resah, Diduga dari Kandang Ayam

342
×

Banyaknya Lalat di Patomuan Talu: Warga Resah, Diduga dari Kandang Ayam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman Barat | Khabarterkini.co

Banyaknya lalat yang muncul diperkirakan berasal dari kandang ayam potong yang terletak di Kampung Kaghambai, Jorong Patomuan, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (3/12/2023).

Warga di sekitar, seperti Kampung Piraweh Lubuk Hijau, Jorong Patomuan, Nagari Talu, serta penduduk kampung lainnya, merasakan dampaknya. Kandang ayam terletak sekitar 200 meter dari kampung warga, dengan beberapa rumah yang bahkan hanya berjarak sekitar 50 meter dari kandang ayam.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Masyarakat merasa resah dengan serbuan lalat ke rumah mereka yang mengganggu kenyamanan. Jumlah lalat yang hadir di rumah warga semakin bertambah setiap harinya.

“Sejak dibangunnya kandang ayam, terutama setelah panen beberapa bulan lalu, jumlah lalat semakin parah. Seminggu terakhir, jumlahnya sangat banyak. Makan pun jadi susah karena lalat-lalat ini mengganggu. Keluhan ini disampaikan oleh “U”, salah seorang warga kepada media pada Selasa (2/12/2023).

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar peternakan ayam yang banyak lalat. Mereka khawatir dampaknya akan mengganggu kesehatan bayi dan anak-anak di pemukiman tersebut. Lalat tidak hanya muncul di siang hari, tetapi juga pada malam hari.

Seorang ibu rumah tangga yang baru-baru ini melahirkan menyatakan kekhawatirannya akan kesehatan bayinya yang masih sangat kecil. Ia harus menjaga bayinya dari lalat-lalat yang hinggap di makanan bayi dan botol susunya.

Pada hari yang sama, awak media mengkonfirmasi via WhatsApp Pj. Wali Nagari Talu, Mahyu Danil, yang menyarankan agar masyarakat yang tinggal di sekitar kandang ayam untuk mendatangi pengelola usaha tersebut secara persuasif guna mengatasi kekhawatiran yang muncul di masyarakat.

Jika tidak ada respons, pihak nagari akan menyampaikan langsung ke pengelola peternakan ayam terkait permasalahan ini.

Sementara itu, pihak pengelola usaha ayam potong “R” menyatakan dengan santai bahwa mereka akan menyemprotkan kandang setelah racun lalatnya tiba.

Mereka juga telah memberikan kertas perekat lalat kepada beberapa warga setempat sebagai langkah antisipasi terhadap populasi lalat di rumah-rumah warga.

Penulis: Tanjung.
Editor: Sal Hrp.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *