Pasaman Barat | Khabarterkini.co
Tim gabungan dari BPBD Pasaman Barat dan Polsek Talamau langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian dimana telah dilaporkan salah satu warga hilang.
Tepatnya pada hari Selasa, 07 November 2023, sekira pukul 18.10 WIB, datang seorang laki-laki dengan nama Dedi Warman, usia 48 tahun, berasal dari etnis Minang, bekerja sebagai petani, beralamat di Jorong Sianok, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.
Ia melaporkan bahwa pada hari Selasa, 07 November 2023, pukul 15.00 WIB, telah terjadi peristiwa orang hilang di daerah Simpang Proyek Jorong Timbo Abu, Nagari Timbo Abu Kajai, Kecamatan Talamau.
Korban yang bernama Dainal (55 tahun), juga dari etnis Minang, bekerja sebagai petani, beralamat di Jorong Sianok, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, bersama temannya, Yandri (54 tahun), dari Jorong Merdeka, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, dan Reski Hidayah (30 tahun), dari Jorong Merdeka, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.
Korban bersama dengan saksi bekerja di kebun sawit. Namun, pada pukul 15.00 WIB, korban tidak kunjung kembali ke pondok setelah dipanggil oleh saksi namun tidak memberikan jawaban.
Saksipun terus berupaya mencari korban di sekitar kebun, namun hanya menemukan kendaraan sepeda motor merk Yamaha Vega yang merupakan milik korban.
Setelah saksi beserta keluarga melakukan pencarian namun tidak juga berhasil menemukan korban sehingga keluarga korban beserta saksi mendatangi Polsek Talamau untuk melaporkan kejadian tersebut.
Tepatnya, tanggal 8 November, pada jam 10 pagi, korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah ditemukan oleh seorang warga bernama Eril dari Kajai.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Basuki, S.I.K., M.M., langsung turun ke lokasi untuk menemui korban.
Dari peristiwa ini kapolres Pasaman Barat menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam mencari nafkah, dan menekankan pentingnya keselamatan.
Ketika dihubungi oleh awak media ini, korban mengatakan bahwa ia tersesat dan tidak dapat menemukan pondok tempat beristirahat.
“Kejadian ini terjadi sekitar jam 2 siang. Saya ingin istirahat ke pondok yang sekitar 10 meter dari tempat saya bekerja.
Tidak biasanya pondok tempat istirahat saya tidak terlihat. Karena saya terus mencari pondoknya, rupanya saya tersesat. terangnya
Sekitar jam 10 malam, saya beristirahat di semak karena jalan tidak terlihat. Pagi baru saya melanjutkan perjalanan,” tambahnya.
Saat ini, korban sedang dirawat di Puskesmas Kajai.
Penulis : Tanjung.
Disunting Oleh : Salbiah Harahap.















