Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 300x600
Sumatera Barat

Miris Seorang Garim Masjid Dipukuli, Diseret Oleh Oknum PNS Sedang Sholat Isya

2033
×

Miris Seorang Garim Masjid Dipukuli, Diseret Oleh Oknum PNS Sedang Sholat Isya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman Barat | Khabarterkini.co

Kejadian penyiksaan yang tidak manusiawi yang dilakukan oleh oknum PNS Bumnag dinas DPMN Pemda Pasaman Barat, sebut saja Mori terhadap seorang Garim Masjid Amran Jamil (17) tahun, status pelajar/mahasiswa SMA 1 Pasaman Barat yang beralamat di Jorong Kampung Cubadak, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat.

Dengan peristiwa yang dialami oleh Amran Jamil, yang dipukuli dan diseret oleh oknum PNS yang tidak punya rasa kemanusiaan terhadapnya saat itu. Tepatnya pada tanggal 09 Juli 2023 sekira pukul 20:00 WIB.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Atas kejadian yang dialami Amran Jamil dan atas permintaan jamaah yang ikut sholat Isya pada saat itu dan menyaksikan pemukulan dan penyeretan terhadapnya oleh oknum PNS tersebut, supaya Amran Jamil divisum.

Sesampainya di salah satu rumah sakit, pihak rumah sakit tidak bersedia untuk saya divisum karena alasan, harus ada surat dari polres setempat. Jadi tidak menunggu waktu lama, saya pun bersama bapak-bapak jemaah mengikuti apa yang disarankan oleh pihak rumah sakit tersebut. Katanya.

Sesampainya di Polres Pasaman Barat, Mori pun langsung minta maaf kepada saya, dan merasa sudah hilap atas apa yang sudah dilakukannya kepada saya.

Jadi dari pihak Polres Pasaman Barat pun langsung memaksa saya harus berdamai dengan berat hati, saya pun tidak mau untuk berdamai, tetapi tetap pihak Polres merayu dan segala cara agar saya mau berdamai dengan Mori. Terangnya.

Dengan berat hati, saya pun menurutinya seperti apa yang diarahkan oleh pihak Polres Pasaman Barat, walaupun saya sudah dipukuli, diseret, dan ditampar pipi sebelah kiri saya, atas kejadian tersebut telinga saya pun mengeluarkan darah dan tidak bisa mendengar akibat dari pukulan dan tamparan yang dilakukan oleh Mori ke saya. Begitu juga rahang sebelah kiri saya bergeser. Jelasnya.

Saya pun beserta bapak-bapak jemaah dan Mori keluar dari Polres Pasaman Barat, menuju ke masjid yang mana saya di sana selaku garimnya. Sesampainya di masjid, saya pun bersama Mori langsung didamaikan oleh bapak-bapak jemaah masjid.

Hasilnya, perdamaian tertulis dibuat oleh bapak-bapak jemaah masjid, yang berbunyi ada tiga sanksi yang harus dipenuhi oleh Mori kepada saya, sanksi pertama: Mori membayar denda senilai Lima juta rupiah tempo waktu satu bulan baru di bayarnya kepada saya selaku korban. Sanksi kedua: Mori meminta maaf kepada keluarga saya, dan sanksi ketiga: Mori meminta maaf berturut-turut sebanyak tiga kali Jumat kepada saya.

Dan setelah semua sanksi yang tertulis dibuat, Mori hanya bisa menyanggupi sanksi pertama dan kedua, tapi saya tetap berhati ikhlas telah apa yang sudah dilakukannya kepada saya, dan sesuai sanksi yang disanggupi oleh Mori tersebut saya pun menyetujuinya. Tuturnya.

Setelah perdamaian selesai, Mori pun langsung meminta maaf kepada keluarga di kediaman saya, dan keluarga saya pun memaafkan apa yang telah dilakukannya kapada saya.

Waktu yang sudah ditentukanpun tiba, sesuai isi sanksi pertama. Tidak ditunaikan oleh Mori alias ingkar janji.

Dari peristiwa penganiayaan ini, awak media pun mencoba konfirmasi kepala dinas DPMN Pemda Pasaman Barat Randi alias Wawan dan Abdul Gopur selaku Kabit sebagai atasan dari Mori di kantor DPMN Pasbar membenarkannya dan sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Mereka berdua mengaku telah memanggil Mori untuk memberikan tindakan disiplin.

Namun seorang tokoh Pasaman Barat angkat bicara terkait peristiwa yang dialami oleh Amran Jamil penganiayaan yang dilakukan oleh oknum PNS Mori.

Tokoh Pasbar, Bapak Sairin, meminta kepada bupati Pasaman Barat agar secepatnya menindak pelaku penganiayaan ini dengan tegas.

“Ini kasus penistaan dan penganiayaan, dilakukan di dalam masjid sungguh membuat kami tidak habis pikir,” cetusnya.

Supaya kasus ini cepat terungkap, semoga Bapak Bupati yang peduli kepada agama ikut memberikan tindakan tegas kepada Mori terlapor ini. Dan sekarang kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Pasaman Barat. Dan korban pun sudah divisum ujarnya.

Di hari yang sama, tokoh Sumatera Barat, sekaligus ketua bidang fatwa hukum di MUI Pasaman Barat, Bapak Dr. Zawil Huda SH, MA, memberikan komentarnya ke tim awak media ini; Kok ada kasus jahat seperti ini di masyarakat beragama Pasaman Barat.

Ditarik ketika sholat. Lalu dipukul dirumah pelaku. Aneh. Kenapa warganya tidak membawanya ke jalur hukum. Jika dibiarkan maka masjid di Pasbar akan tidak terjaga marwahnya. Terangnya.

Sebab orang sedang sholat pun bisa bebas dianiaya. Kita mintak aparat penegak hukum untuk bertindak. “Kata Bapak Dr. Zawil Huda, SH MH, Spd. yang juga seorang sarjana hukum yang telah lulus ujian advokad.

Hal senada ditekankan pula oleh Bapak Dudin, tokoh senior LSM di Pasbar, yang sekarang menjabat sebagai ketua Bamus Nagari di Ujung Gading. “Sedang sholat diseret? Dipukuli. Astaga… Seperti perilaku komunis saja. Kecamnya.

Ini mesti di proses hukum, Agama harus dijaga. Pasbar ini serambi makkahnya sumbar. Terkejut saya mendengar kasus ini. ” Ucap bapak Dudin merasa geram ketika ditemui team media khabarterkini.co di kantornya.

Sampai berita ini ditayangkan sikorban bernama Amri Jamil seorang anak tanpa ayah, masih belum bisa mendengar telinga kirinya. Dan rahangnya bergeser telah melaporkan peristiwa tersebut ke polres Pasaman barat untuk diproses sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku dan penerima laporan tersebut piket fungsi Reskrim Briptu Benny Nauli Basa pada tanggal 23 Oktober 2023

Penulis : tim
Disunting oleh : Salbiah Harahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *