Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
NTT

Dinilai Lamban Tangani Kasus, Kapolsek Maurole ” Dihadiahi” Jasad Korban

128
×

Dinilai Lamban Tangani Kasus, Kapolsek Maurole ” Dihadiahi” Jasad Korban

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ende – NTT | Khabarterkini.id“Dinilai lamban dalam menangani kasus dugaan Tindak Pidana Pengeroyokan di Maurole, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kapolsek Maurole, Ipda, Syaiba dan jajarannya, akhirnya “dihadiahi” jasad korban pengeroyokan atas nama, Konterius Poto (KP).

Terhadap fakta ini, keluarga korban pengeroyokan, akhirnya bersepakat membawa jasad korban (KP) ke Mapolsek Maurole, Polres Ende, Polda NTT, sebagai bukti dan reaksi kekecewaan terhadap sikap lamban Kapolsek dan anggotanya, dalam menangani kasus dimaksut.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Sebagaimana diungkap Robertus Wedho, warga Desa. Nuananga, Kecamatan Maurole, kepada tim media ini, Selasa (10/5/2022), bahwa tindakan keluarga membawa jasad korban (KP) ke Mapolsek Maurole, adalah sebagai bentuk protes terhadap sikap Kapolsek Maurole yang dinilai lamban dalam menangani tindak pidana pengeroyokan terhadap korban dengan alasan kurang bukti.

“Menurut Robertus, reaksi yang ditunjukan pihak keluarga korban, adalah sebagai bentuk protes atas kinerja Kapolsek Maurole dan jajaran, yang dinilai lamban dalam menangani laporan kasus pengeroyokan ini, hingga mengakibatkan korban kritis, dan akhirnya meninggal pada Selasa (10/5/2022).

“Rencananya korban akandirujuk ke Maumere, namun belum sempat ke Maumere, korban sudah meninggal” ungkap Robertus.

Robertus memjelaskan, sebelumnya, pihak keluarga sudah mendatangi Polsek Maurole menanyakan perkembangan kasus pengeroyokan terhadap korban ( KP). Namun keluarga mendapat jawaban yang tidak elok dari Kapolsek, bahwa kasus pengeroyokan ini kurang bukti.

” Kami membawa jasad korban ke Polsek Maurole, untuk memberikan bukti bahwa korban pengeroyokan yang dilaporkan telah meninggal. Di Polsek, jasad korban kami baringkan di atas meja piket, kemudian kami kembali ke rumah duka”. ungkap Robertus

Setelah di rumah duka lanjut Robertus, pihak keluarga mendapat berita bahwa jasad korban akan dikembalikan oleh pihak kepolisian ke rumah duka. Akhirnya keluarga pun menerima kembali jasad korban.

Keluarga korban diminta untuk dilakukan autopsi terhadap jasad korban, namun permintaan polisi di tolak oleh keluarga korban

Imformasi lain yang dihimpun tim media ini, setelah insiden jasad korban di baringkan di pos jaga Polsek Maurole, pihak polres Ende langsung bergerak menangkap 4 orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tesebut (KP)

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Maurole, Ipda Syaiba, belum berhasil di konfimasi.Dihubungi via ponselnya namun tidak merespon.

(RA/ NTT)

Editor:arhp.