Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
NTT

Demi Menafkahi Keluarga Korban Meninggal Akibat Jatuh Dari Pohon Lontar

114
×

Demi Menafkahi Keluarga Korban Meninggal Akibat Jatuh Dari Pohon Lontar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Soe Nusa Tenggara Timur |

Khabarterkini.id“Seorang pria terjatuh dari atas pohon Lontar ketika hendak mengambil Nira (Tuak manis).Korban bernama YUSTUS NEOLAKA berusia 53 tahun, warga Kartiko Rt 18, Rw 08 desa Oebelo kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur.Pohon Lontar tersebut berada di samping rumah milik saudara ANDERIAS BOIMAU.Sabtu.07 Mei 2022

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Ketika ditemui Awak Media ini, seorang saksi bernama Anton Bian Isu. menjelaskan bahwa Korban terjatuh sekitar pukul 08 : 00 Wita, ketika ia hendak ke jalan raya dan tepat sampai di TKP Anton Mendengar bunyi besar di bawah pohon Lontar, kemudian ia melihat ke arah bunyi suara dan melihat korban sudah terbaring di bawah pohon Lontar, Anton kemudian memberitahukan ke saudara Dominikus Neolaka.
Anton juga menerangkan bahwa pada saat korban jatuh, pemilik rumah Andreas Boimau tidak berada di rumah, tetapi sedang berada di rumah kebun.

Pada saat korban jatuh, korban belum meninggal dunia dan masih sempat di tanya oleh ibu kepala dusun ll Ibu Marta Tefbana “kenapa naik pohon dengan hujan begini?” Dan korban menjawab “Kita kerja untuk kebutuhan hidup”, korban juga masih sempat meminta makan dan juga memberitahukan kepada keluar ga yang berada di sekitar TKP bahwa akibat dari dia jatuh tersebut seluruh badannya sakit dan tidak bisa bergerak dan terasa dingin pada tubuh bagian kiri, Berselang 30 menit korban menghembuskan nafas terakhir.Ujar Marta.

Setelah mendapatkan informasi dari saudara Anton, pihak keamanan Piket SPKT 1 Amanuban Selatan Kanit IK BRIBKA KRISTIAN ASA dan Kanit SABHARA BRIBKA KELA NOPE Mendatangi TKP dan ternyata Korban sudah di bawa oleh pihak keluarga ke rumah duka untuk disemayamkan,
dan keluarga korban meminta kepada pihak keamanan untuk tidak melakukan VER dan AUTOPSI JENAZAH,
Karena Kondisi cuaca pada saat itu dalam keadaan hujan sehingga TKP sudah tidak asli lagi. Ujar Kanit IK BRIBKA Kristian Asa.
Setelah kami menemui keluarga korban adapun pernyataan bersama keluarga yaitu menerima kematian korban sebagai ajal.
Dan untuk menguatkan kesepakatan keluarga maka di buatkan surat pernyataan penolakan Visum Et Repertum dan autopsi jenazah korban, Jelas Kristian Asa.

Tindakan kepolisian
1. setelah mendapat informasi tersebut langsung mendatangi Tkp dan mengumpulkan baket
2.piket SPKT 1 menawarkan untuk dilakukan VER namun di tolak oleh istri dan keluarga korban .

Menurut keterangan istri korban Marsalina Lasi bahwa, suaminya semalam tidur di kebun dan biasanya pagi langsung menuju ke pohon lontar untuk disadap.pungkasnya

(Polos Kabiro TTS).

Editor:arhp.