TTS – NTT | Khabarterkini.id
Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ), pada Kamis , (28/4/2022), melakukan Study banding ke Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, (TTS)
Dalam kunjungan tersebut, rombongan komisi IV DPRD Kabupaten Kupang yang di pimpin oleh Yosef Lede dan ketua komisi IV Habel Nikson Mbate, wakil ketua komisi lV Benediktus Humau SE, dan sejumlah anggota komisi 1V lainnya, tiba di kantor Dinas Kesehatan ( Dinkes ) TTS sekitar pukul 10:00 Wita, di terima oleh Kepala bidang ( Kabid ) Kemasyarakatan Dinkes TTS
Usai pertemuan, kepala bidang kemasyarakatan Dinkes TTS, Nahad Baunsele, SKM.MPH, saat di temui media ini di ruang kerjanya mengatakan, kehadiran rombongan komisi IV DPRD Kabupaten Kupang tersebut, dalam rangka melakukan Study banding tentang strategi penanganan angka stunting di Kabupaten TTS, yang mengalami penurunan begitu signifikan per bulan Februari Tahun 2022
“Rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Kupang melakukan studi banding kesini dengan tujuan memperoleh masukan terkait strategi penanganan stunting yang menurun begitu drastis kabupaten di TTS”.terangnya.
Di tambahkan Baunsele, komisi 1V DPRD Kabupaten kupang study banding ke – TTS
karena mereka terkesimak dengan salah satu agenda kunjungan kerja Presiden Joko widodo di Kabupaten TTS tanggal 24 Maret 2022, terkait penurunan angka stunting yang begitu signifikan, padahal letak geografis dan topografis antara Kabupaten Kupang dengan Kabupaten TTS, tidak berbeda jauh
Lanjut Nahad, di tahun 2018 Kabupaten TTS dengan angka stunting tertinggi dengan jumlah balita stunting sebanyak 15.139 orang atau 53,3 persen, Tahun 2019 turun menjadi 13.969 orang atau 48,1 persen, Tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi 16.904 orang atau 40,1 persen dan Tahun 2021 turun menjadi 13,123 atau 12,1 persen dan di Tahun 2022/ bulan pebruari mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu 12,439 atau 29,8 persen”.jelasnya
Di ketahui Tahun 2020 terjadi kenaikan dari capaian penurunan Tahun 2019 yakni dari 13.969 orang atau 48,1 persen menjadi 16.904 orang atau 40,1 persen, dikarenakan terjadi sisa balita yang berpindah tempat tinggal dari luar Kabupaten ke kabupaten TTS dan belum mendapat pelayanan oleh kader Posyandu sehingga dari sisa balita yang belum timbang menjadi pemicu dari kenaikan tersebut
Ditanya terkait target capaian penurunan angka stunting di Tahun 2022, apakah dirinya selaku pelaksana teknis pada unit kerja Dinas kesehatan TTS, akan tetap bekerja ekstra untuk menurunkan angka stunting guna menunjang program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Bupati dan Wakil Bupati TTS ?
Nahad mengatakan, Dinas Kesehatan TTS,, selaku pelaksana teknis tetap optimis dan kerja ekstra untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan keluar dari predikat Kabupaten dengan stanting tertinggi yang di sandang periode sebelumnya”.
(OT/NTT)
Editor:arhp.















