Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kampar

Dulu premium subsidi antri mengular sekarang solar subsidi antri mengular

121
×

Dulu premium subsidi antri mengular sekarang solar subsidi antri mengular

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KAMPAR – RIAU | Khabarterkini.id“Dulu premium subsidi antri mengular sekarang solar subsidi antri mengular, Selasa (22-02-2022). Inilah yang terjadi di negeri yang kita cintai ini, kaya dengan sumber daya alam tapi rakyatnya susah untuk mendapatkannya. Sudah beberapa hari ini bahkan sudah hampir 1 bulan kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar rela antri untuk mendapatkan solar. Salah satunya di SPBU air tiris kecamatan Kampar.

Bukan karena kelangkaan bahan bakar solar tetapi karena kebijakan dari pusat yang membatasi masyarakat pemakai bahan bakar solar, sehingga pemandangan yang tidak biasa kita lihat menjadi luar biasa, antri mengular sampai 1 kilo kiri kanan bahu jalan. Tidak bisa dielakkan lagi karena ini merupakan kebutuhan, mau tidak mau atau suka tidak suka harus ikuti peraturan.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Ketika awak media ini secara kebetulan mengisi BBM pertalite sempat wawancara dengan salah seorang supir dump truk bermuatan buah-buahan yang akan dibawa ke Pekanbaru. Supir tersebut sempat mengeluh dengan kebijakan pemerintah yang instan membatasi BBM jenis solar.

“Kaget kami bang, dulu kami bisa suka-suka kami mengisi solar tapi sekarang dibatasi. Dulu tidak antri sepanjang ini bahkan tempat khusus solar sering sepi, sekarang..waduhhhh saya saja sudah hampir 2 jam antri belum sampai juga ketempat pengisian solar” jawab firdaus supir dump truk.

Berbeda dengan supir mobil Fuso,.”beda sekali bang, kami hanya boleh mengisi solar 300 ribu, kalau dulu sampai melimpah, ibaratnya bang bisa kita berenang ditanki minyak mobil kami” kata supir tersebut sambil tertawa.

Peristiwa antri BBM solar terjadi diseluruh SPBU di Indonesia, ketika konfirmasi dengan manajer SPBU tersebut yang enggan disebutkan namanya, “kami hanya mengikuti prosedur dan perintah pak, kalau kami langgar usaha kami bisa ditutup” kata menejer SPBU tersebut. Di negara kita yang orang-orang bilang “diatas minyak dibawah minyak” mengapa bisa terjadi hal seperti ini??.

Ketika ditanya kepada supir yang kebetulan masih antri perihal harapan mereka kepada pemerintah, “harapan kami kepada pemerintah, kalau bisa kembalikan peraturan ke awal lagi, sebab kami tidak merugikan siapa-siapa, malahan kami ini adalah investasinya negara, terima kepada awak media yang sudah meluangkan waktunya untuk kami” tutup beliau penuh semangat. Tetap semangat bang supir.

Kabiro:(Y/K)

Editor:(arhp)