Pangkalan Kerinci | Khabarterkini.co – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri terbaik Kabupaten Pelalawan. Wahyu Trinanda Puteri resmi dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau 2026 setelah berhasil mengungguli 29 finalis dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. 27/05/2026.
Kemenangan tersebut disambut antusias masyarakat Pelalawan. Namun, di tengah euforia kemenangan, muncul sorotan tajam terhadap sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan yang dinilai belum memberikan apresiasi nyata atas capaian tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya ucapan selamat resmi, pernyataan terbuka, maupun langkah konkret dari jajaran Pemkab Pelalawan terhadap keberhasilan Wahyu Trinanda Puteri yang telah membawa harum nama daerah berjuluk “Negeri Seiya Sekata”.
Sejumlah kalangan masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung generasi muda berprestasi, khususnya di bidang pariwisata dan promosi budaya daerah.
Publik pun mendesak Pemkab Pelalawan agar segera mengambil langkah nyata, di antaranya memberikan ucapan selamat secara resmi sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan sang juara, serta menyiapkan dukungan finansial dan fasilitas pendukung.
Pasalnya, Wahyu Trinanda Puteri dijadwalkan akan mewakili Provinsi Riau pada ajang Duta Pariwisata Indonesia di Bali. Dukungan berupa biaya pelatihan, kostum adat khas Pelalawan, hingga pendampingan teknis dinilai sangat dibutuhkan agar dapat tampil maksimal membawa nama daerah dan provinsi di tingkat nasional.
Kekecewaan juga disampaikan keluarga Wahyu. Orang tua Wahyu, Dien Puga, mengaku sedih atas minimnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap prestasi anaknya.
“Jujur saya kecewa dengan sikap Pemkab Pelalawan. Memberikan ucapan selamat saja tidak ada. Wahyu mau menjumpai Bupati juga sangat sulit, telepon tidak diangkat dan pesan WhatsApp pun tidak dibalas,” ungkap Dien Puga kepada awak media.
Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih peduli terhadap putra-putri daerah yang telah berjuang mengharumkan nama Pelalawan di tingkat provinsi maupun nasional.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemkab Pelalawan terkait polemik tersebut.
(tim).















