Surabaya | Khabarterkini.co – Dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi di wilayah kepulauan kembali mencuat ke permukaan. Seorang aktivis asal Sapeken, Juhari, resmi menuntaskan satu dari empat laporan yang ia ajukan terkait dugaan penyelewengan distribusi BBM subsidi di APMS 56.694.06 Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Langkah hukum yang ditempuh Juhari disebut menjadi babak baru dalam upaya membongkar praktik yang selama ini diduga merugikan masyarakat kepulauan. Di tengah derasnya tekanan dan serangan personal yang diarahkan kepadanya, Juhari memilih tetap melanjutkan perjuangan hukum.
Dalam keterangannya, Juhari mengaku prihatin atas berbagai tudingan yang menyebut dirinya sebagai “pemeras”. Menurutnya, tuduhan tersebut sengaja dimainkan untuk melemahkan upaya pengungkapan dugaan penyimpangan subsidi BBM yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Sapeken.
“Yang saya perjuangkan adalah hak masyarakat kecil. Subsidi itu seharusnya dinikmati rakyat, bukan hilang tanpa jejak,” ujar Juhari.
Ia mengungkapkan, laporan telah disampaikan ke sejumlah lembaga dan institusi, antara lain Direktorat Polairud Polda Jawa Timur, Paminal Polda Jawa Timur, serta Kantor Pusat PT Pertamina Patra Niaga.
Kasus ini pun menjadi sorotan karena menyangkut distribusi BBM subsidi di wilayah kepulauan yang selama ini kerap dikeluhkan warga akibat kelangkaan dan dugaan permainan distribusi.
Juhari menilai, serangan terhadap dirinya bukan lagi sekadar perbedaan pandangan, melainkan sudah mengarah pada upaya pembunuhan karakter. Meski demikian, ia mengaku tidak gentar menghadapi tekanan tersebut.
“Kalau memperjuangkan kepentingan masyarakat dianggap ancaman bagi pihak tertentu, biarlah publik yang menilai,” tegasnya.
Ia juga menyindir pihak-pihak yang dinilainya hanya lantang berbicara di ruang publik, namun memilih diam ketika melihat dugaan penyimpangan subsidi di lapangan.
Perjuangan Juhari kini menjadi perhatian sebagian masyarakat kepulauan yang berharap distribusi BBM subsidi dapat berjalan transparan dan tepat sasaran. Sementara itu, tiga laporan lainnya disebut masih dalam proses dan akan terus dikawal hingga tuntas.
Kasus dugaan penyimpangan BBM subsidi di Sapeken diperkirakan akan terus berkembang. Publik kini menanti langkah aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti laporan tersebut serta mengungkap ada tidaknya praktik penyalahgunaan subsidi yang selama ini membebani masyarakat kecil.
(tim).















