Pasaman Barat | Khabarterkini.co –
Komitmen Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat untuk berdiri bersama masyarakat akhirnya terjawab. Tidak sekadar wacana, DPRD Pasaman Barat memastikan kelanjutan pembentukan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, sebagaimana yang sebelumnya telah dibahas bersama Gerakan Muda Pasbar.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Pasaman Barat, Dirwansyah, SH melalui sambungan telepon kepada salah seorang aktivis Gerakan Muda Pasbar pada Jumat malam (17/1/2026). Informasi itu langsung disambut antusias oleh para aktivis yang tengah berdiskusi.
“Alhamdulillah, malam ini kami menerima kabar baik dari Ketua DPRD Pasaman Barat terkait pembentukan Forum CSR yang dahulu pernah kami rapatkan,” ujar Basit, Ketua sekaligus salah satu pendiri Gerakan Muda Pasbar.
Basit mengungkapkan, komunikasi antara Gerakan Muda Pasbar dan DPRD Pasaman Barat sejatinya telah terjalin sejak beberapa bulan lalu. Selain berkomunikasi langsung dengan Ketua DPRD melalui telepon seluler, pihaknya juga sempat bertemu dengan Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Supriono, di Padang.
Namun demikian, Basit mengakui sempat muncul rasa pesimis. Ia khawatir perjuangan yang mereka suarakan hanya akan berakhir sebagai wacana tanpa tindak lanjut.
“Jujur saja, kami sempat pesimis dan mengira gerakan ini hanya akan menjadi dongeng yang tak perlu dibincangkan oleh DPRD. Ternyata DPRD kita tidak seburuk perkiraan kami, mungkin kami saja yang kurang bersabar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Basit menyampaikan apresiasi terhadap langkah DPRD Pasaman Barat yang dinilai berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya masyarakat yang terdampak aktivitas perusahaan.
“Beginilah seharusnya dewan kita. Mereka memikirkan kesejahteraan masyarakat dan tidak egois. Mereka memahami bahwa CSR merupakan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat terdampak, bukan sekadar formalitas, terlebih ketika masyarakat hanya menerima dampak berupa limbah, abu, dan kerusakan ekologi,” tegas Basit.
Gerakan Muda Pasbar berharap pembentukan Forum CSR ini menjadi titik awal penguatan peran masyarakat dalam mengawal tanggung jawab sosial perusahaan di Pasaman Barat.
“Ini kami anggap sebagai awal perlawanan rakyat terhadap kapitalisme yang egois. Para dewan harus tetap berkomitmen sebagai perpanjangan tangan masyarakat. Sebagai anak muda Pasaman Barat, kami siap terus mengawal dan hadir jika dibutuhkan, karena ini menyangkut kepentingan orang banyak,” pungkas Basit.
Langkah DPRD Pasaman Barat ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa lembaga legislatif daerah tidak tinggal diam menghadapi persoalan sosial dan lingkungan, sekaligus menegaskan keberpihakan pada kesejahteraan masyarakat.
(Ahmad Rifai)
Editor: (Rul Hrp*;).















