Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kampar

Diduga Kepala SMAN 2 Kampar Hambat Program Strategis Nasional Koperasi Merah Putih, Warga Desak Aparat Turun Tangan

73
×

Diduga Kepala SMAN 2 Kampar Hambat Program Strategis Nasional Koperasi Merah Putih, Warga Desak Aparat Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kampar | Khabarterkini.co –

Program strategis nasional Pembangunan Koperasi Merah Putih, yang menjadi bagian dari agenda prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, kini menjadi sorotan tajam publik di Kabupaten Kampar, Riau.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Pembangunan gedung koperasi yang berlokasi di Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar, diduga mengalami hambatan serius akibat penolakan dari oknum internal sekolah, termasuk Kepala SMAN 2 Kampar.

Nama Syaiful Afrizon, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMAN 2 Kampar, disebut-sebut oleh warga sebagai pihak yang diduga menghalangi realisasi proyek tersebut. Padahal, lahan yang digunakan untuk pembangunan koperasi disebut merupakan aset milik Pemerintah Daerah, bukan lahan sekolah.

Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, penolakan tersebut diduga dilakukan dengan cara menggiring opini kepada siswa, hingga berujung pada aksi demonstrasi di lokasi pembangunan.

“Dua hari lalu terjadi aksi penolakan di lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih. Kami menduga ada oknum guru yang mengarahkan Ketua OSIS untuk menolak proyek strategis nasional ini,” ujar sumber warga, Rabu (7/1/2026).

Warga Nilai Penolakan Tidak Masuk Akal
Warga menilai alasan penolakan pembangunan tersebut tidak berdasar. Lokasi pembangunan berada di area lapangan bola yang cukup luas, dan dinilai tidak mengganggu aktivitas belajar-mengajar maupun fasilitas sekolah.

“Lapangannya luas, tidak menyentuh pagar atau bangunan sekolah sama sekali. Ini program negara, bukan kepentingan pribadi,” tegas seorang warga lainnya.

Dugaan Penyalahgunaan Lahan Pemerintah Mencuat
Tak hanya soal penolakan pembangunan koperasi, warga juga menyoroti dugaan penyalahgunaan lahan pemerintah yang berada di belakang lingkungan SMAN 2 Kampar.

Lahan tersebut disebut telah lama ditanami sawit, dan hasil panennya diduga dikontrakkan kepada pihak tertentu di lingkungan sekolah.

“Itu lahan pemerintah, tapi ditanami sawit. Buahnya dikontrakkan dan hasilnya dinikmati oknum tertentu. Ini yang membuat warga semakin geram,” ungkap sumber.

Situasi semakin memanas setelah beredarnya surat pernyataan dari pihak pendiri sekolah, yang dinilai warga berpotensi menekan dan menghambat kelanjutan proyek Koperasi Merah Putih.

Dalam aksi demonstrasi sebelumnya, warga juga menyebut nama Sofiar sebagai pihak yang diduga berperan dalam memprovokasi aksi penolakan dengan melibatkan siswa sekolah.

Warga Desak Audit dan Penindakan Tegas
Atas berbagai dugaan tersebut, warga secara tegas mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, Dinas Pendidikan, Inspektorat, serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan klarifikasi dan audit menyeluruh.

“Jika dugaan ini benar, maka ini bukan sekadar persoalan sekolah. Ini sudah menghambat program strategis nasional Presiden. Aparat harus bertindak tegas,” tegas warga.

Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMAN 2 Kampar maupun Kepala Sekolah yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan keterangan resmi.

Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memenuhi prinsip keberimbangan berita, namun pihak terkait belum dapat dihubungi.

(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *