Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Barat

Peserta MTQ Tingkat Nagari Bersemangat dalam Lomba di Kenagarian Simpang Tonang

164
×

Peserta MTQ Tingkat Nagari Bersemangat dalam Lomba di Kenagarian Simpang Tonang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman | Khabarterkini.co

Semangat peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nagari di Kenagarian Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, begitu menggebu saat pembukaan acara pada Kamis, 18 Juli 2024, di Masjid Istiqomah Kenagarian Simpang Tonang.

Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, seperti anggota kecamatan, KUA kecamatan, wali nagari, dan kalifah dari tujuh kampung di nagari tersebut, menjadi momen penting untuk menyemarakkan kegiatan yang mempertandingkan berbagai cabang, termasuk Tilawah, Tartil, MMC, MMSI, Tahfiz Quran, dan kutbah Jumat.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“MTQ tingkat nagari ini merupakan langkah awal bagi peserta sebelum mereka berlomba di tingkat kecamatan dan selanjutnya,” ujar Anhar Mademi, ketua pelaksana acara, yang menegaskan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendalami Al-Qur’an dan memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Drs. Yoprimadi, Wali Nagari Simpang Tonang, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. “Hari ini, kami melihat antusiasme luar biasa dari 73 peserta yang berkompetisi dengan penuh semangat. Ini adalah upaya kami untuk mencari utusan terbaik yang akan mewakili nagari kami di MTQ tingkat kecamatan,” katanya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat, seperti yang diungkapkan oleh Ketua BAMUS Simpang Tonang, Rudouf Haikal. “Dengan dukungan dari APB nagari, kami berharap MTQ ini dapat melahirkan generasi yang memahami dan mencintai Al-Qur’an,” ucapnya.

Acara pembukaan berlangsung lancar dan terkendali, menandai dimulainya serangkaian kompetisi yang diharapkan dapat memperkuat spiritualitas dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Dengan demikian, MTQ tingkat nagari ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wahana untuk mempererat kebersamaan dan memperkokoh akar spiritualitas dalam masyarakat.

Penulis: Tanjung
Editor: red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *