Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Utara

Kisah Pilunya Memperhatikan, Seorang Lansia Warga Desa Tuhegeo II Hidup Sebatang Kara

447
×

Kisah Pilunya Memperhatikan, Seorang Lansia Warga Desa Tuhegeo II Hidup Sebatang Kara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kepulauan Nias-Sumut Kota Gunungsitoli | Khabarterkini.co

Rabu, 16/11/2022.Sudah selayaknya usia senja menjadi waktu terbaik bagi seseorang untuk menikmati masanya. Tapi, beda yang dirasakan seorang lansia bernama Meriada Zamasi (60) Warga Dusun I, Desa Tuhegeo II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Selasa (15/10/2022).

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Hal ini ditemukan Suniman Hura salah seorang Petugas Pencacah Lapangan (PPL) dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Gunungsitoli saat melakukan pendataan secara door to door tentang Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022 sekira beberapa hari yang lalu.

Suniman Hura menurut penuturannya bahwa nenek Meriada ini sebelumnya ianya tinggal bersama suami. Namun, nasib berkata lain sekira kurang lebih 1 (satu) tahun yang lalu sang suaminya pergi lebih dulu dan meninggalkannya seorang diri.

“Memang ibu ini telah mempunyai dua orang anak perempuan tetapi sudah lama tidak bersama lagi karena sudah menikah dan ada yang berada di perantauan dan ada juga yang tinggal dipulau Nias, “jelas penuturan Suniman.

Dikatakanya, berdasarkan hasil wawancara dan pantauan terhadap Nenek Meriada Zamasi, untuk memperoleh datanya untuk Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) tahun 2022 dan gubuknya beratap rumbia dan terlihat dibagian dapur terdapat lubang sehingga memungkinkan air hujan masuk jika cuaca hujan seperti ini.

“Untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari hanya mengharapkan program bantuan dari pemerintah pusat di antaranya Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) karena fisiknya sudah tidak memungkinkan untuk dirinya mencari nafkah, “ujar Suniman.

Lebih lanjut, Suniman Hura sangat merasa kasihan atas keadaan Nenek Meriada dan sepertinya hanya bisa menjalani kehidupan hari demi hari dengan rasa pahit diusianya yang sudah sangat senja.

“Kita berharap bisa mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah daerah setempat dan juga pelayanan dari pihak petugas kesehatan bisa secara rutin memeriksa, “harap Suni.

Selepas itu, Kepala Desa Tuhegeo II Yaredi Laoli saat dikonfirmasi melalui Via Chatt WhatsApp (Rabu, 16/11/22) dan memang mengakui bahwa ibu atas nama Meriada Zamasi ini adalah benar warganya.

“Iya benar, itu adalah Warga Desa Tuhegeo II dan memang tinggal sebatang kara di Dusun I, dan sepengetahuan kami sebagai Pemerintah Desa Tuhegeo II bahwa tempat tinggalnya sesuai yang telah disampaikan oleh saudari petugas Registrasi Sosial Ekonomi itu benar, rumah berdinding papan dan atap rumbian serta lantai tanah dan juga termasuk lansia yang hanya terdaftar sebagai penerima BPNT dari Pemerintah”. Tuturnya Kades

Harapnya “kami sebagai Pemerintah Desa Tuhegeo II sangat mengharapkan adanya perhatian serius dari Dermawan, atau Komunitas Peduli Warga seperti ini, dan juga tidak terlepas kami harapkan perhatian dari Dinas Sosial Kota Gunungsitoli, Dinas Kesehatan, atau Dinas Sosial Provisi Sumatera Utara untuk dapat memperhatikan serta membantu ibu Meriada Zamasi.” Ucapnya Kades Yaredi Laoli

Rep. YG/Tim

Editor : arhp.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *