Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Utara

Maksimalkan Perhutanan Sosial, KPH III Kisaran Tinjau Lokasi Izin Kelompok Tani di Kawasan Hutan

180
×

Maksimalkan Perhutanan Sosial, KPH III Kisaran Tinjau Lokasi Izin Kelompok Tani di Kawasan Hutan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Asahan | Khabarterkini.co – Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah III (KPH) Kisaran turun kelokasi izin Perhutanan Sosial (persos) milik Serikat Petani Indonesia Basis Padang Mahondang, kamis 15/1, di desa Padang Mahondang, kecamatan Pulau Rakyat.

Dalam rangka memaksimalkan produktifitas kelompok tani hutan pemegang SK Perhutanan Sosial yang ada di wilayah kerjanya, KPH III Kisaran meninjau lahan kelompok tani yang berada di Kawasan Hutan. Hal itu dilakukan sehubungan dengan keluhan kelompok tani karena lahan mereka selalu tergenang sepanjang tahun.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Taufik Rahman, S.P., M.M, selaku kepala seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan yang turun kelokasi menuturkan kalau serangkaian kegiatan peninjauan lahan sudah dilakukan pada beberapa kelompok tani yang memiliki izin kelola dalam kawasan hutan. Tujuannya untuk menyerap langsung aspirasi kelompok tani sehingga akan lebih mudah untuk dibantu mencarikan solusinya.

“Kami turun langsung ke lahan untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala bagi petani dalam memanfaatkan areal kerja izin usaha mereka. Sebelumnya, kami sudah meninjau lokasi HKm milik koperasi tani ” SEHATI ” di kecamatan Sei Kepayang. Keluhan mereka juga sama yaitu lahan selalu tergenang,” terangnya.

Terkait penanganan situasi tersebut, beliau mengatakan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan dinas Perhutanan Sosial Kemitraan dan Lingkungan Hidup (PSKL), di Medan, dan menyarankan agar apa saja yang menjadi buah fikiran kelompok tani dituangkan dalam RKPS kelompok.

Ketua kelompok tani SPI Padang Mahondang menyampaikan agar kiranya aspirasi mereka mendapat respon yang cepat. Sebab sudah 8 tahun sejak SK izin HKm diterbitkan oleh menteri kehutanan, sampai saat ini kelompok tani belum dapat secara maksimal untuk mengelola lahannya.

” Sebelumnya lahan kami tidak tergenang seperti ini. Kami belum tau pasti apa yang menjadi faktor penyebab sehingga lahan kami terus tergenang. Padahal dulu kami masih bisa panen jagung, kacang ijo, menanam cabai. Maka hari ini kami sangat senang atas kedatangan KPH Kisaran,” ucap Serasi Simbolon.

“Rencananya, di lahan ini akan kami ajukan program yang mendukung ketahanan pangan. Dengan cara melakukan jangka benah pada tanaman sawit yang sudah keterlanjuran. Sebab pemerintah juga terlihat serius memberi akses bagi petani. Tapi kalau kondisi terus tergenang, kami harus lakukan apa?,” Tambahnya menaruh harap.

(SiBolon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *