Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Istri Oknum Polisi Diduga Tak Transparan Kelola Dana Program MBG di Bintan, Warga Mengeluh Gaji Rendah dan Ancaman Pemecatan

1149
×

Istri Oknum Polisi Diduga Tak Transparan Kelola Dana Program MBG di Bintan, Warga Mengeluh Gaji Rendah dan Ancaman Pemecatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BINTAN, KEPRI | Khabarterkini.co – Dugaan penyalahgunaan pengelolaan dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di Yayasan Kemala, Kampung Hilir, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Seorang pengurus yayasan berinisial Maria, yang disebut-sebut merupakan istri anggota kepolisian aktif, dilaporkan warga setempat karena diduga tidak transparan dalam pengelolaan anggaran dan kesejahteraan karyawan.

Menurut aduan warga Kampung Hilir, Maria menjabat sebagai bendahara sekaligus pengurus yang mengatur seluruh karyawan yang bekerja di bawah naungan Yayasan Kemala. Dalam pelaksanaannya, warga menilai terdapat banyak kejanggalan, terutama terkait sistem penggajian pekerja.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Para pekerja hanya digaji sekitar Rp100 ribu per hari, sementara bagian tukang masak menerima Rp110 ribu per hari. Jumlah ini dinilai tidak pantas dan jauh dari kata layak,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Tak hanya soal gaji, warga juga mengeluhkan sikap pengurus yang disebut-sebut kerap bersikap keras kepada para karyawan. Bahkan, Maria diduga mengancam akan memberhentikan pekerja apabila diketahui mengadu ke media atau lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Lebih jauh, warga juga mengungkap dugaan keterlibatan seorang oknum Kapolsek berinisial A, yang disebut sebagai pemegang keuangan sebelum dana tersebut diserahkan kepada Maria. Oknum Kapolsek tersebut diduga memiliki hubungan keluarga dengan Maria, yang diketahui sebagai istri dari seorang anggota polisi bernama Samsul.

Selain itu, warga menilai bahwa Maria tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan yang seharusnya dimiliki oleh seorang pengurus yayasan, terutama yang mengelola program strategis nasional.

Para sumber menyayangkan dugaan praktik tersebut karena Program MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesejahteraan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyasar peserta didik dari tingkat PAUD, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA, baik negeri maupun swasta, serta pesantren dan pendidikan khusus (SLB). Selain pelajar, sasaran program ini juga mencakup balita, ibu hamil, dan ibu menyusui untuk meningkatkan gizi nasional.

Namun, program yang dinilai sangat baik ini justru diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

“Kami berharap pihak terkait segera turun tangan dan melakukan pengecekan langsung terhadap Yayasan Kemala Kampung Hilir. Ada dugaan kuat upaya memperkaya diri sendiri oleh oknum tertentu,” tegas sumber warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Yayasan Kemala maupun dari aparat kepolisian yang namanya disebut dalam aduan warga. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan keterangan berimbang.

(tim)
Editor: (RL *).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *