Subulussalam | Khabarterkini.co – Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor melanda Kota Subulussalam, Aceh. Sedikitnya 2.812 kepala keluarga (KK) dari 28 desa terdampak bencana tersebut. Selain menimbulkan kerusakan besar, peristiwa ini juga mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan hasil pendataan sementara hingga 9 Desember 2025. Pemerintah Kota Subulussalam saat ini tengah fokus melakukan penanganan darurat bagi warga terdampak.
“Sebagai pemerintah daerah, kami memastikan penanganan darurat menjadi prioritas utama. Saat bencana terjadi, Forkopimda bersama dinas terkait langsung bergerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat,” ujar Rasyid.
Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti beras, air bersih, serta logistik lainnya sesuai kebutuhan para korban. Pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan keselamatan warga.
Selain itu, Pemko Subulussalam mengambil langkah antisipatif dengan mematikan aliran listrik sementara waktu di sejumlah wilayah terdampak. Kebijakan ini dilakukan untuk menghindari risiko akibat cuaca ekstrem yang tidak menentu.
“Pasokan listrik Subulussalam berasal dari Aceh Selatan. Akibat kondisi tanah yang labil dan longsor, aliran listrik sempat terputus hingga kurang lebih satu minggu. Namun, berkat koordinasi cepat dengan pihak terkait, kondisi tersebut dapat segera diatasi,” jelas Rasyid.
Berdasarkan laporan sementara, kerugian material akibat bencana banjir dan longsor ini diperkirakan mencapai sekitar Rp2,3 triliun. Pemerintah Kota Subulussalam terus melakukan pendataan lanjutan serta mengupayakan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat.
Pemko Subulussalam juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.
(Hamzah)
Editor: red.















