Aceh Tenggara | khabarterkini.co — Universitas Gunung Leuser (UGL), salah satu perguruan tinggi swasta di Aceh Tenggara, tengah menanti kabar baik terkait usulan penegerian yang telah diajukan beberapa waktu lalu. Pihak kampus bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara telah mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Rektor Universitas Gunung Leuser, Dr. Indra Utama, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa proses pengusulan penegerian kini sedang dalam tahap pembahasan di tingkat pusat.
“Kami bersama pemerintah daerah sudah menyerahkan seluruh dokumen yang diperlukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat langkah penegerian ini bisa segera terealisasi,” ujar Dr. Indra Utama saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/11/2026) siang.
Akrditasi dan Program Studi Berkualitas
UGL saat ini berstatus universitas swasta terakreditasi baik (B), dengan sejumlah program studi yang juga memiliki peringkat akreditasi serupa. Beberapa di antaranya meliputi:
S1 Biologi – Akreditasi Baik (B), sesuai SK LAMDIK No. 1097/SK/LAMDIK/AK/VII/2025
S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga – Akreditasi Baik (B), SK BAN-PT No. 5710/SK/BAN-PT/AK/S/IX/2020
S1 Agroteknologi – Akreditasi Baik (B)
S1 Peternakan – Akreditasi Baik (B)
S1 Fisika – Akreditasi Baik (B)
S1 Manajemen – Akreditasi Baik (B)
S1 Akuntansi – Akreditasi Baik (B)
S1 Teknik Sipil – Akreditasi Baik (B)
Selain itu, di bawah Yayasan Universitas Gunung Leuser terdapat empat fakultas, yaitu Pertanian, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ekonomi, serta Teknik.
Menuju Penguatan Akreditasi dan Daya Saing
Rektor menambahkan, penegerian UGL diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di wilayah Aceh Tenggara.
“Kami optimistis, setelah dinegerikan, UGL akan semakin berkembang, baik dari sisi akreditasi, sumber daya manusia, maupun fasilitas pendidikan. Ini akan menjadi tonggak penting bagi kemajuan pendidikan di daerah,” tuturnya.
Proses penegerian ini juga diharapkan menjadi momentum penguatan kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia pendidikan dalam mendorong kemajuan sumber daya manusia di Aceh Tenggara.
(Hamzah).
Editor: red.















